Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga Kuat dan Berkesinambungan

  • 24 Des 2025 15:52 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 November 2025 menunjukkan kondisi yang tetap solid dan terjaga, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan baik secara nasional maupun regional Jawa Barat.

Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat, selaku perwakilan Kementrian Keuangan di Jabar merilis, Hingga akhir November 2025, Pendapatan Negara terealisasi sebesar Rp126,90 triliun atau 82,39 persen dari target Rp154,02 triliun, tumbuh 5,34 persen (year on year/yoy). Capaian ini didukung oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 5,06 persen (yoy) serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang meningkat signifikan sebesar 10,21 persen (yoy).

Penerimaan Pajak Dalam Negeri tercatat mencapai Rp93,58 triliun atau 79,38 persen dari target, tumbuh 5,87 persen (yoy), terutama ditopang oleh Pajak Penghasilan Nonmigas dan pajak lainnya. Sementara itu, PPN dan PPnBM mengalami kontraksi 0,75 persen, serta PBB turun 2,85 persen.

Dari sisi Kepabeanan dan Cukai, realisasi penerimaan mencapai Rp26,00 triliun atau 84,96 persen dari target. Penerimaan Bea Masuk terkontraksi akibat tidak adanya impor beras, pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement (FTA), serta penurunan penjualan otomotif nasional. Namun demikian, penerimaan cukai masih tumbuh 3,11 persen, terutama didorong oleh kinerja cukai hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Baca juga : DJPb Kawal Efisiensi Anggaran Tepat Sasaran Nasional 2026

Realisasi PNBP hingga November 2025 mencapai Rp7,33 triliun atau 132,34 persen dari target, tumbuh 10,21 persen (yoy), dikontribusikan oleh PNBP lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU). Di sisi belanja, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp107,92 triliun atau 88,69 persen dari pagu, meskipun secara tahunan mengalami kontraksi 5,94 persen (yoy).

Kepala Kanwil DJPb Jabar Fahma Sari Fatma menerangkan, 0erlambatan terutama terjadi pada Belanja Kementerian/Lembaga sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran. Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) tetap tumbuh 2,22 persen (yoy) dengan realisasi Rp72,54 triliun.

"Berbagai program prioritas nasional terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Barat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 10,74 juta penerima manfaat di 27 kabupaten/kota. Program FLPP merealisasikan pembiayaan 52.787 unit rumah, sementara Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah disalurkan sebesar Rp25,97 triliun kepada sekitar 470 ribu debitur," terang Fahma, dalam konfrensi pers, Selasa (23/12/2025).

Selain itu, penguatan sektor pendidikan, ketahanan pangan, energi, dan koperasi juga terus menunjukkan capaian positif. "Secara regional, APBN Jawa Barat hingga 30 November 2025 mencatat surplus sebesar Rp18,98 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang sehat dan berimbang," kata Fahma.

Dari sisi makro ekonomi, perekonomian Jawa Barat pada Triwulan III 2025 tumbuh 5,20 persen (yoy). Inflasi November 2025 tercatat 2,54 persen (yoy), masih dalam rentang terkendali meskipun terdapat tekanan harga hortikultura akibat cuaca ekstrem.

Neraca perdagangan Jawa Barat juga mencatatkan surplus USD 2,40 miliar, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) terus mengalami peningkatan.

Dengan berbagai indikator tersebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap terjaga kuat dan berkesinambungan. APBN terus berperan sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, memastikan program prioritas berjalan efektif, menjaga perlindungan masyarakat, serta tetap adaptif dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun kebutuhan belanja di akhir tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....