Pastikan Tubuh Fit sebelum Melakukan Pendakian
- 06 Okt 2026 16:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Mendaki gunung menjadi kegiatan yang disukai oleh sebagian gen z. Dengan keindahan alam yang disuguhkan dari puncak gunung, membuat sebagian orang fomo untuk melakukan pendakian gunung tanpa persiapan yang matang. Oleh karena itu, pendaki diingatkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan tidak hanya sebatas mengikuti trend/keinginan semata.
Imbauan ini disampaikan oleh tenaga vokasi farmasi Anne Febriawan, A.Md.Farm dan perawat sekaligus porter llham Faturrahman A.Md.Kep. dalam Ruang Konsultasi Kesehatan, Selasa, 06 Oktober 2026. Menurut anne, kondisi sehat saja belum cukup untuk seseorang melakukan pendakian, namun persiapan yang matang pun perlu dilakukan sebelum melakukan pendakian.
Ilham menyoroti pendaki yang terkadang nekat untuk melakukan pendakian karena merasa tidak punya keluhan dan ikut ikutan karena fomo. "Disebut fit ini kita harus mempersiapkan fisik, kita harus ada latihan dulu, latihan kardionya, latihan ototnya," kata Ilham.
Ia menyarankan latihan kardio atau beban empat hingga lima kali dalam sebulan, lalu istirahat dua hari sebelum mendaki. Bagi pendaki dengan riwayat jantung, Ilham menekankan pentingnya berkonsultasi lebih dulu. "Kalau ada riwayat jantung harus konsultasi dulu sama dokter jantungnya, apakah diperbolehkan ke gunung A, ke gunung B, atau hanya sekadar bukit," tuturnya.
Ilham juga mengingatkan bahwa tubuh perlu menyesuaikan diri dengan kadar oksigen di ketinggian. "Semakin tinggi gunung itu, kadar oksigen semakin menipis," ucapnya. Anne menyarankan pendakian dilakukan bertahap, mulai dari gunung berketinggian 2.000-an. Jika aman dan tidak ada cedera, pendaki baru boleh lanjut ke gunung 3.000-an, dengan persiapan sekitar tiga bulan sebelumnya. "Kita pun harus pergi dengan orang yang sudah terbiasa," katanya.
Untuk pendaki pemula, Anne menyarankan konsumsi vitamin dua hari sebelum berangkat guna mencegah kekurangan cairan dan kram. "Orang yang baru banget pendakian, saran saya minum vitamin H-2 hari, vitamin B kompleks, vitamin C," ujarnya..
Ilham mengungkapkan kesalahan yang kerap terjadi menjelang puncak, saat pendaki masih berada di area kemah. Udara dingin membuat pendaki enggan minum sehingga berisiko terkena dehidrasi. "Kebanyakan itu karena udara dingin, dia enggak mau minum. Dehidrasi, jadilah hipotermia," katanya. Anne menambahkan, pendaki minimal harus mengenali medan, persiapan, dan peralatan yang dibawa. "FOMO boleh, nekat jangan, menyusahkan orang apalagi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....