Hari CML Sedunia 2026 Komunitas CML Jabar Ajak Pasien untuk Menumbuhkan Harapan

  • 22 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung — Hari CML Sedunia atau World CML Day diperingati setiap 22 September sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Chronic Myeloid Leukemia atau CML. Peringatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat dukungan kepada pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas yang selama ini mendampingi perjalanan pengobatan CML.

Ketua Komunitas CML dan GIST Jawa Barat Adrian Rakhmatsyah mengatakan, tanggal 22 September memiliki makna khusus bagi pasien CML karena angka 9 dan 22 mengingatkan pada kromosom 9 dan 22. Pertukaran materi genetik pada kedua kromosom tersebut berkaitan dengan terbentuknya kromosom Philadelphia dan gen BCR::ABL1 yang menjadi karakteristik utama CML.

Menurut Adrian, Hari CML Sedunia tidak hanya berbicara mengenai penyakit, obat, maupun hasil pemeriksaan, tetapi juga tentang manusia yang menjalani kehidupan bersama CML. “Hari ini adalah tentang seseorang yang pernah mendengar kata leukemia untuk pertama kalinya, tentang keluarga yang ikut merasa takut, dan tentang pasien yang setiap hari belajar berdamai dengan penyakitnya,” ujarnya Selasa 22 September 2026.

Adrian menuturkan, semangat Leaving No CML Patient Behind atau tidak membiarkan seorang pun pasien CML tertinggal menjadi pesan penting dalam peringatan tahun ini. Menurutnya, kemajuan pengobatan CML perlu diiringi dengan akses terhadap diagnosis, terapi, pemeriksaan molekuler, informasi yang benar, serta pendampingan bagi pasien.

Ia juga mengingatkan pentingnya monitoring pengobatan secara teratur, termasuk pemeriksaan molekuler BCR::ABL1 kuantitatif, untuk mengetahui respons pasien terhadap terapi. “Pasien CML juga tidak hanya menerima sebuah angka hasil pemeriksaan, tetapi perlu memahami arti angka tersebut, mengetahui perjalanan respons pengobatan, berani bertanya, dan berdiskusi dengan dokter,” katanya Selasa 22 September 2026.

Selain pengobatan dan monitoring, Adrian menyebut harapan menjadi bagian penting dalam perjalanan pasien CML karena dapat menjadi kekuatan untuk tetap menjalani pengobatan. “Harapanlah yang membuat kita tetap datang untuk kontrol, tetap minum obat setiap hari, tetap melakukan pemeriksaan, dan mampu bangkit kembali ketika perjalanan pengobatan tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan,” ucapnya.

Adrian menilai tujuan pasien CML bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik, tetap berkarya, bekerja, berkumpul bersama keluarga, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu, pasien perlu mendapatkan dukungan agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, bermakna, dan produktif.

Keberadaan komunitas, lanjut Adrian, juga menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien CML menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pengobatan. “Ketika seorang pasien baru merasa takut, ada seseorang yang dapat mengatakan, saya pernah berada di posisi itu’, dan ketika seseorang mulai kehilangan semangat, ada teman yang mengingatkan, ‘Kamu tidak sendirian’,” tuturnya.

Dalam momentum Hari CML Sedunia 2026, Adrian mengajak pasien, keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dan seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat edukasi serta memperjuangkan akses pengobatan dan monitoring yang setara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter, perawat, tenaga laboratorium, peneliti, keluarga, caregiver, dan organisasi pasien yang terus berjalan bersama para pejuang CML.

Adrian berharap peringatan Hari CML Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap pasien memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dengan dukungan yang tepat. “Satu langkah, satu tujuan, satu harapan, bukan hanya untuk hidup lebih lama, tetapi untuk hidup lebih baik, terus berkarya dan memberi arti bagi kehidupan, serta memastikan Leaving No CML Patient Behind,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....