Kenali Penyakit Batu Empedu sejak Dini

  • 30 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Nyeri hebat di perut kanan atas yang menjalar hingga bahu kanan atau tulang belikat dapat menjadi tanda kondisi serius bernama koledokolitiasis yang membutuhkan penanganan medis segera.
  • Koledokolitiasis terjadi ketika batu empedu keluar dari kantong empedu dan menyumbat duktus koledokus, yaitu saluran utama yang mengalirkan cairan empedu menuju usus untuk membantu pencernaan lemak.
  • Penanganan medis yang cepat pada kondisi ini penting untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa dan gangguan pada proses pencernaan tubuh.

RRI.CO.ID, Bandung - Nyeri hebat di perut kanan atas yang menjalar hingga bahu kanan atau tulang belikat tidak selalu disebabkan oleh gangguan lambung. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda koledokolitiasis, yaitu kondisi ketika batu empedu menyumbat saluran empedu utama sehingga memerlukan penanganan medis secepatnya untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

Dilansir dari dr. Saddam Ismail dalam tayangan kanal YouTube pribadinya yang dipublikasikan pada 30 Juli 2026. Dalam edukasi kesehatan tersebut dijelaskan bahwa koledokolitiasis merupakan kondisi ketika batu empedu keluar dari kantong empedu dan menyumbat duktus koledokus, yaitu saluran utama yang mengalirkan cairan empedu menuju usus untuk membantu proses pencernaan lemak.

dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa batu empedu umumnya terbentuk akibat endapan kolesterol yang mengeras di dalam kantong empedu. Ketika batu berpindah dan menyumbat saluran empedu utama, aliran empedu menjadi terhambat sehingga cairan empedu kembali menuju hati dan masuk ke dalam aliran darah.

"Jika saluran empedu tersumbat, cairan empedu tidak dapat mengalir ke usus sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan berbagai gejala yang khas," jelas dr. Saddam Ismail.

Ia mengatakan beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi mengalami batu empedu, di antaranya perempuan, individu berusia di atas 40 tahun, penderita obesitas, serta orang yang menjalani diet ketat hingga mengalami penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat.

Menurut dr. Saddam, salah satu gejala utama koledokolitiasis adalah nyeri kolik yang muncul secara tiba-tiba di perut kanan atas dan dapat menjalar ke bahu kanan maupun tulang belikat. Keluhan tersebut umumnya berlangsung hebat dan berbeda dengan nyeri akibat gangguan lambung biasa.

Selain nyeri, penderita juga dapat mengalami perubahan warna pada bagian putih mata dan kulit menjadi kekuningan. Kondisi tersebut terjadi karena meningkatnya kadar bilirubin dalam darah akibat cairan empedu tidak dapat mengalir menuju saluran pencernaan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan warna urine menjadi lebih gelap menyerupai air teh, sedangkan tinja berubah menjadi pucat seperti dempul atau tanah liat. Menurut dr. Saddam, perubahan tersebut menjadi petunjuk penting adanya gangguan pada sistem saluran empedu.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila keluhan tersebut disertai demam tinggi dan menggigil. Kombinasi gejala itu dapat menandakan telah terjadi infeksi pada saluran empedu yang membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

"Apabila muncul demam tinggi disertai menggigil, penderita harus segera datang ke Instalasi Gawat Darurat karena kondisi tersebut dapat mengarah pada infeksi serius," ujar dr. Saddam.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) maupun Magnetic Resonance Imaging (MRI) guna mengetahui lokasi batu dan tingkat penyumbatan saluran empedu.

Dalam penanganannya, dr. Saddam menegaskan masyarakat tidak disarankan mengandalkan pengobatan herbal yang belum memiliki bukti ilmiah. Ia menekankan bahwa penyumbatan saluran empedu memerlukan penanganan medis agar batu dapat segera dikeluarkan dan komplikasi dapat dicegah.

Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP). Melalui tindakan tersebut, dokter memasukkan selang lentur berkamera melalui mulut menuju saluran empedu untuk mengambil batu tanpa harus melakukan operasi terbuka sehingga proses pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat.

Sebagai upaya pencegahan, dr. Saddam Ismail mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi makanan tinggi lemak, meningkatkan konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat, serta menjaga berat badan tetap ideal. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu menjaga keseimbangan produksi cairan empedu sekaligus menurunkan risiko terbentuknya batu empedu di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....