Cegah Stunting sejak Dini: Memahami Pentingnya Pola Makan 'Isi Piringku' untuk Anak

  • 30 Jul 2026 07:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penerapan pola makan seimbang melalui konsep Isi Piringku dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini. Edukasi mengenai pemenuhan gizi yang tepat tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menentukan perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Informasi tersebut disampaikan dalam tayangan kanal YouTube Kata Dokter yang dipublikasikan pada 9 Juli 2026. Dalam edukasi kesehatan tersebut dijelaskan bahwa stunting bukan sekadar kondisi tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan teman seusianya, melainkan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa.

Dalam tayangan itu dijelaskan bahwa konsep Isi Piringku merupakan panduan makan seimbang dari Kementerian Kesehatan yang membantu masyarakat menyusun komposisi makanan harian secara proporsional. Setengah bagian piring dianjurkan berisi sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya diisi makanan pokok sebagai sumber karbohidrat serta lauk sebagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat pembangun tubuh.

Dokter dalam tayangan tersebut menegaskan bahwa kesalahan yang masih sering terjadi adalah orang tua lebih berfokus pada banyaknya nasi atau karbohidrat dibandingkan kualitas zat gizi yang dikonsumsi anak. Padahal, kebutuhan protein hewani, zat besi, seng (zinc), vitamin, dan mineral memiliki peran sangat penting dalam mendukung pertumbuhan jaringan tubuh maupun perkembangan otak.

"Anak tidak hanya membutuhkan rasa kenyang, tetapi juga membutuhkan makanan yang padat gizi agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal," dijelaskan dalam materi edukasi tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kapasitas lambung anak relatif kecil sehingga kualitas makanan jauh lebih penting dibandingkan jumlah porsinya. Satu porsi makanan dengan kandungan protein, sayur, dan buah yang lengkap dinilai lebih bermanfaat dibandingkan porsi besar yang hanya didominasi makanan sumber karbohidrat.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan pula bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa tersebut merupakan periode emas pembentukan organ tubuh dan perkembangan otak sehingga kekurangan gizi pada fase ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Menurut penjelasan narasumber, orang tua juga tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan dalam jumlah besar apabila kualitas gizinya telah terpenuhi. Yang lebih penting adalah memastikan setiap kali makan mengandung keseimbangan antara sumber energi, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan usia anak.

"Pencegahan stunting bukan hanya membuat anak bertambah tinggi, tetapi memastikan mereka memiliki perkembangan otak yang optimal sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif," dijelaskan dalam tayangan tersebut.

Edukasi tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dalam membangun kebiasaan makan bergizi seimbang setiap hari. Melalui penerapan konsep Isi Piringku secara konsisten, diharapkan angka stunting di Indonesia dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....