RSAU dr. M. Salamun Gelar FKP, Perkuat Mutu Layanan dan Transformasi Digital
- 20 Jul 2026 16:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Rumah Sakit TNI Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Salamun menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui keterlibatan masyarakat, pasien, serta para pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang dialog yang bertujuan memastikan pelayanan rumah sakit tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Kepala RSAU dr. M. Salamun, Kolonel Kes dr. Budi Saptono, Sp.PD, mengatakan Forum Komunikasi Publik merupakan bagian penting dalam pengembangan pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada mutu, transparansi, dan akuntabilitas.
"Forum Komunikasi Publik menjadi sarana strategis bagi pengembangan layanan rumah sakit karena menjadi wadah dialog antara rumah sakit dengan masyarakat, pasien, pemangku kepentingan, dan mitra pelayanan. Melalui forum ini, kami dapat memastikan bahwa kebijakan dan pelayanan yang diberikan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat," ujar Budi Saptono, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) RSAU dr. M. Salamun, Kolonel Kes dr. Tri Supriyanto, Sp.PD., M.Kes., FINASIM., M.Tr.SOU, serta Sekretaris Rumah Sakit (Sesrumkit) RSAU dr. M. Salamun, Letkol Kes dr. Rohmat Andriyadi, Sp.P., FISR.
Menurut Budi Saptono, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit seorang diri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar literasi kesehatan masyarakat terus meningkat. Ia menambahkan, Forum Komunikasi Publik juga menjadi media untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, akademisi, media massa, hingga organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Melalui FKP, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan masukan mengenai berbagai aspek pelayanan, mulai dari kualitas layanan, kemudahan akses, waktu tunggu pasien, fasilitas, hingga perilaku petugas kesehatan. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Selain itu, forum ini juga menjadi sarana menyampaikan standar pelayanan, capaian indikator mutu, serta berbagai inovasi pelayanan yang telah diterapkan rumah sakit guna meningkatkan transparansi dan membangun kepercayaan publik.
"Bagi kami, Forum Komunikasi Publik bukan sekadar forum mendengar, tetapi forum bertindak. Setiap kritik, saran, dan masukan akan kami dokumentasikan, kami analisis, kami tindak lanjuti dengan rencana aksi yang terukur, dan kami evaluasi hasilnya. Komitmen kami adalah memastikan bahwa setiap masukan yang konstruktif benar-benar menghasilkan perbaikan pelayanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
RSAU dr. M. Salamun menerapkan berbagai langkah untuk menjaga standar pelayanan tetap sesuai regulasi dan harapan masyarakat. Upaya tersebut meliputi penerapan tata kelola klinis, budaya keselamatan pasien, pemantauan indikator mutu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan pengaduan, hingga perbaikan berkelanjutan melalui pendekatan Continuous Quality Improvement (CQI).
Menurut Budi, rumah sakit juga memperkuat disiplin organisasi, pengawasan internal, dan akuntabilitas sebagai bagian dari karakter rumah sakit di lingkungan TNI. Selain meningkatkan mutu layanan, RSAU dr. M. Salamun terus mengembangkan transformasi digital untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada pasien.
Digitalisasi dilakukan melalui pendaftaran pasien secara daring, sistem antrean elektronik, Rekam Medis Elektronik (RME), resep elektronik, hingga akses hasil laboratorium dan radiologi secara digital. Rumah sakit juga mengoptimalkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan layanan rawat jalan, rawat inap, instalasi gawat darurat, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga keuangan dan logistik.
Sistem tersebut terhubung dengan platform nasional seperti SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan sistem rujukan elektronik guna meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat integrasi data kesehatan pasien.
Di sisi lain, RSAU dr. M. Salamun juga mengembangkan berbagai layanan digital, seperti penjadwalan pemeriksaan melalui aplikasi, pengingat jadwal kontrol, penyampaian hasil pemeriksaan secara elektronik, serta kanal pengaduan dan survei kepuasan pasien secara daring.
Budi menegaskan, transformasi pelayanan yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi standar akreditasi maupun regulasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
"Target utama kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, aman, bermutu, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Rumah sakit harus menjadi institusi yang tidak hanya mampu mengobati penyakit, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, RSAU dr. M. Salamun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
"Kami ingin menyampaikan bahwa Rumah Sakit TNI Angkatan Udara hadir bukan hanya untuk melayani prajurit dan keluarganya, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga melalui pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan penuh kepedulian," ujar Budi Saptono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....