Dinkes Cimahi Fokus Cegah Stunting dari Akar Masalah, Perkuat Program Gizi
- 06 Jul 2026 19:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Kesehatan Kota Cimahi terus memperkuat strategi pencegahan stunting dengan mengutamakan penanganan sejak akar permasalahan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan menangani balita yang telah mengalami stunting.
Berbagai program dijalankan secara terpadu melalui koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mulai dari rembuk stunting, pemetaan dan analisis situasi, review kinerja, hingga audit kasus stunting. Seluruh program tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kota Cimahi.
"Kegiatan penanganan stunting di Kota Cimahi lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan pada tahapan pencegahan stunting di tingkat akar permasalahan, karena penanganan stunting lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan penanganan kasus stunting yang telah terjadi," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Reri Marliah dalam keterangannya, Senin 6 Juli 2026.
Selain memperkuat koordinasi, Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan pelayanan di puskesmas dan posyandu melalui konseling gizi, penyuluhan pola asuh, edukasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), hingga kunjungan rumah bagi balita dengan kondisi stunting, wasting, underweight, maupun balita berisiko lainnya.
Program tersebut dilengkapi dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kelas Ibu, Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI), serta pemberian makanan tambahan.
"Upaya Dinas Kesehatan Cimahi dalam menurunkan prevalensi stunting juga melalui penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kelas Ibu, KP-ASI, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT/PMT-P)," ucapnya.
Ia menegaskan, strategi penanganan stunting di Kota Cimahi mengacu pada strategi konvergensi nasional yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka stunting.
"Pada dasarnya strategi penanganan stunting di Kota Cimahi sesuai dengan strategi konvergensi yang ditetapkan dari nasional dimana melibatkan multisektor terkait di dalam percepatan penurunan stunting," jelasnya.
Ke depan, Dinas Kesehatan akan meningkatkan kualitas program melalui pelatihan 25 keterampilan kader kesehatan, peningkatan layanan Antenatal Care (ANC), penguatan jejaring fasilitas kesehatan, edukasi ASI eksklusif, pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta peningkatan praktik pemberian MP-ASI yang tepat.
Pemerintah juga akan memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran B3, meningkatkan literasi gizi di sekolah melalui Gerakan Aksi Bergizi, dan menghadirkan layanan dokter spesialis anak serta kandungan di puskesmas.
"Upaya peningkatan program MBG terus dilakukan dengan memperluas cakupan sasaran penerima manfaat, khususnya kelompok B3. Selain itu, literasi gizi bagi anak sekolah diperkuat melalui gerakan aksi bergizi. Pemerintah juga mendorong kunjungan dokter spesialis anak dan kandungan ke puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat," kata Reri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....