OCD Tak Hanya Soal Perfeksionis,Kenali Fakta Medisnya
- 29 Jun 2026 20:11 WIB
- Bandung
Poin Utama
- OCD
- Mental Health
- Perfeksionis
RRI.CO.ID, Bandung - Kebanyakan orang menganggap Obsessive Compulsive Disorder (OCD) hanya berkaitan dengan sifat perfeksionis atau sifat yang terlalu berlebihan dalam hal kerapian. Padahal, OCD merupakan gangguan Kesehatan mental yang ditandai dengan seringnya muncul pikiran obsesif dan perilaku kompulsif yang terjadi secara berulang.
Dilansir dari Alodokter, obsesi merupakan pikiran, dorongan, atau bayangan yang muncul terus-menerus dan memicu rasa cemas. Penderita biasanya melakukan Tindakan tertentu secara berulang untuk meredakan kecemasan tersebut meski sebenarnya disadari tidak diperlukan.
Tindakan kompulsif setiap orang berbeda-beda. Ada yang mencuci tangan berulang kali, memeriksa pintu rumah atau selalu menata barang dengan pola tertentu karena cemas jika tidak melakukannya, sebagaimana dijelaskan Halodoc.
Walaupun demikian, tidak berarti semua orang yang menyukai kerapian atau keteraturan dapat divonis mengalami OCD. Dilansir dari Mayo Clinic, gangguan ini baru dikategorikan sebagai OCD Ketika pikiran obsesif dan perilaku kompulsif mulai menyita waktu, menimbulkan tekanan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab OCD sendiri hingga kini belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga gangguan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, perubahan fungsi otak, pengalaman traumatis, hingga stres yang berlangsung dalam waktu lama.
Selain memengaruhi kondisi psikologis, OCD juga dapat berdampak pada kehidupan sosial, pendidikan, maupun pekerjaan penderitanya. International OCD Foundation (IOCDF) menyebutkan, sebagian penderita bahkan menghabiskan waktu lebih dari satu jam setiap hari untuk memenuhi dorongan kompulsif yang mereka rasakan.
Meski demikian, OCD bukanlah gangguan yang tidak dapat ditangani. Penanganan umumnya dilakukan melalui terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT), khususnya metode Exposure and Response Prevention (ERP), dan pada kondisi tertentu dapat disertai pemberian obat sesuai anjuran tenaga medis.
Mental Health Foundation mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami OCD sebagai gangguan kesehatan mental yang memerlukan penanganan profesional, bukan sekadar kebiasaan atau sifat perfeksionis. Semakin cepat seseorang mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....