Kenali Anxiety Disorder,Gangguan Cemas yang Dapat Mengganggu Kualitas Hidup
- 29 Jun 2026 19:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Anxiety disorder atau gangguan kecemasan merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan rasa cemas atau khawatir berlebihan yang berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dilansir dari Alodokter, kondisi ini berbeda dengan rasa cemas yang normal karena intensitasnya lebih tinggi dan sulit dikendalikan.
Rasa cemas sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan atau situasi yang dianggap mengancam. Namun, menurut Cleveland Clinic, kecemasan dapat dikategorikan sebagai anxiety disorder apabila muncul secara berlebihan, berlangsung dalam waktu lama, dan memengaruhi pekerjaan, hubungan sosial, maupun kualitas hidup seseorang.
Gejala anxiety disorder dapat muncul dalam bentuk psikologis maupun fisik. Berdasarkan EMC Healthcare, penderitanya dapat mengalami rasa khawatir berlebihan, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, sesak napas, gangguan tidur, hingga ketegangan otot dan gangguan pencernaan.
Penyebab anxiety disorder hingga kini belum diketahui secara pasti karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dilansir dari Cleveland Clinic, faktor genetik, perubahan senyawa kimia di otak, pengalaman traumatis, stres berkepanjangan, dan kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan.
Anxiety disorder dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. EMC Healthcare menjelaskan bahwa apabila tidak ditangani dengan baik, gangguan ini berisiko menurunkan produktivitas, memicu isolasi sosial, hingga meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi.
Penanganan anxiety disorder dilakukan sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan gejala yang dialami setiap individu. Menurut Alodokter dan EMC Healthcare, terapi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), pemberian obat sesuai anjuran dokter, serta penerapan pola hidup sehat menjadi langkah yang umum dilakukan dalam membantu mengendalikan gangguan kecemasan.
Selain menjalani terapi, masyarakat juga dianjurkan menjaga kesehatan mental melalui kebiasaan hidup yang sehat. EMC Healthcare menyarankan olahraga secara rutin, tidur yang cukup, mengurangi konsumsi kafein, melakukan teknik relaksasi, serta membangun dukungan sosial sebagai bagian dari upaya mengelola kecemasan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala kecemasan yang berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang disarankan segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila gejala semakin berat, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini dan peluang pemulihan menjadi lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....