KORMI Perkuat Budaya Hidup Sehat di Kabupaten Bandung

  • 24 Jun 2026 18:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati atau Bunda Bedas mengatakan kegiatan Orientasi Pengurus KORMI Kabupaten Bandung Tahun 2026 ini menjadi momentum penting. Itu untuk memperkuat pemahaman organisasi, menyamakan persepsi, serta memperjelas tugas dan fungsi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut Emma yang akrab disapa Bunda Bedas, kegiatan orientasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat pemahaman organisasi. Yaitu dalam menyamakan persepsi, serta memperjelas tugas dan fungsi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

"Ini bukan hanya orientasi biasa, tetapi momen untuk memahami secara utuh tugas pokok dan fungsi masing-masing pengurus. Itu agar KORMI dapat berjalan lebih optimal," ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.

Ia menegaskan, seluruh pengurus harus memahami struktur organisasi, bidang kerja, serta induk organisasi olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan KORMI. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat berjalan efektif, terarah, dan saling mendukung.

Bunda Bedas juga menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh pengurus dalam membangun organisasi yang dinamis dan kolaboratif. Menurutnya, setiap bidang dan komisi harus mampu bekerja secara sinergis guna menjawab berbagai tantangan pengembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Bandung.

"KORMI harus menjadi wadah yang aktif, kolaboratif, dan mampu menggerakkan masyarakat. Itu untuk hidup sehat melalui olahraga yang mudah diakses dan menyenangkan," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa visi dan program KORMI harus selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung. KORMI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif.

"Visi KORMI harus sejalan dengan visi Bupati Bandung dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya. KORMI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai penggerak budaya hidup sehat," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi keolahragaan, tata kelola organisasi, serta perbedaan fungsi dan kewenangan antara KORMI dan KONI agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai koridor masing-masing. Selain itu, ia mendorong implementasi program nasional Indonesia Aktif melalui berbagai kegiatan olahraga masyarakat yang rekreatif, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"KORMI harus mampu mengedukasi masyarakat bahwa olahraga bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga sarana kebahagiaan, kebugaran, dan kebersamaan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....