Lucky Girl Syndrome, Tren Berpikir Positif yang Ramai di TikTok

  • 08 Jun 2026 11:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Media sosial TikTok kembali diramaikan dengan tren Lucky Girl Syndrome. Tren ini mengajak seseorang untuk meyakini bahwa hal-hal baik akan datang dalam hidupnya melalui pola pikir positif dan afirmasi yang dilakukan secara konsisten.

Melalui tren tersebut, banyak pengguna TikTok membagikan pengalaman mendapatkan pekerjaan, nilai akademik yang baik, hingga peluang yang tidak terduga setelah rutin mengucapkan kalimat afirmasi seperti "hal baik selalu datang kepadaku" atau "aku selalu beruntung".

Secara sederhana, Lucky Girl Syndrome merupakan bentuk self-affirmation atau afirmasi diri. Dalam psikologi, afirmasi diri dikenal sebagai upaya memperkuat keyakinan positif terhadap kemampuan dan nilai diri seseorang.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, menjelaskan bahwa berpikir positif dapat membantu seseorang menjadi lebih optimistis dan percaya diri dalam menghadapi tantangan. Namun, ia menekankan bahwa pola pikir positif tetap perlu diiringi dengan tindakan nyata dan usaha yang konsisten.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa afirmasi positif dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan motivasi. Penelitian yang dipublikasikan dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience menemukan bahwa praktik afirmasi diri dapat memengaruhi area otak yang berkaitan dengan penghargaan diri dan motivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa Lucky Girl Syndrome bukanlah jaminan semua keinginan akan terwujud begitu saja. Keyakinan positif yang tidak dibarengi dengan perencanaan dan tindakan dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis.

Psikolog klinis Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, atau yang dikenal sebagai Nina Ariani, pernah menjelaskan bahwa berpikir positif bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental, tetapi seseorang juga perlu menerima kenyataan dan menghadapi masalah secara rasional. Menurutnya, optimisme yang sehat adalah optimisme yang tetap berpijak pada realitas.

Fenomena Lucky Girl Syndrome menunjukkan bahwa generasi muda semakin tertarik membahas kesehatan mental dan pengembangan diri melalui media sosial. Tren ini juga mencerminkan keinginan banyak orang untuk membangun rasa percaya diri dan harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, berpikir positif memang dapat menjadi langkah awal yang baik. Namun, keberhasilan tetap membutuhkan usaha, keterampilan, dan konsistensi agar harapan yang diinginkan dapat terwujud secara nyata.

Penulis: Raissa Mutiara Gayatri-RRI Bandung

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....