Mengenal Mata Panda: Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya
- 24 Mei 2026 08:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Lingkaran hitam di bawah mata atau yang lebih dikenal sebagai mata panda sering menjadi keluhan banyak orang. Kondisi ini membuat wajah tampak lelah, kurang segar, bahkan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Mata panda bukan sekadar persoalan penampilan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menjadi tanda pola hidup yang kurang sehat atau adanya gangguan kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk memahami penyebab munculnya lingkaran hitam agar penanganannya lebih tepat.
Apa Itu Mata Panda?
Dikutip dari laman Halodoc, mata panda merupakan kondisi ketika area di bawah mata mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dibandingkan bagian wajah lainnya. Warna gelap tersebut dapat terlihat kebiruan, keunguan, kecokelatan, hingga kehitaman.
Kulit di sekitar mata memang lebih tipis dan sensitif dibanding area kulit lain. Kondisi ini membuat pembuluh darah di bawah kulit lebih mudah terlihat sehingga area bawah mata tampak gelap. Selain itu, perubahan pada jaringan kulit di sekitar mata juga dapat memperjelas lingkaran hitam tersebut.
Penyebab Mata Panda yang Paling Umum
1. Kurang Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur menjadi penyebab paling umum munculnya mata panda. Saat tubuh kelelahan, pembuluh darah di bawah mata dapat melebar sehingga warna gelap lebih mudah terlihat melalui kulit yang tipis.
Kondisi ini biasanya disertai wajah yang tampak pucat akibat kurang istirahat. Akibatnya, lingkaran hitam di bawah mata terlihat semakin jelas dan membuat wajah tampak tidak segar.
2. Faktor Genetik
Mata panda juga dapat dipengaruhi faktor keturunan. Sebagian orang memiliki kulit bawah mata yang secara alami lebih tipis sehingga pembuluh darah lebih terlihat.
Selain itu, ada pula individu yang memiliki pigmentasi lebih gelap di area bawah mata sejak lahir. Kondisi ini umumnya sulit dihilangkan sepenuhnya karena berkaitan dengan faktor genetik.
3. Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastisitas kulit akan menurun. Kulit di bawah mata menjadi lebih tipis sehingga pembuluh darah tampak semakin jelas.
Penuaan juga menyebabkan berkurangnya lemak dan volume di sekitar mata. Hal tersebut menciptakan cekungan yang menimbulkan bayangan gelap di area bawah mata.
4. Reaksi Alergi
Alergi seperti rinitis alergi atau alergi musiman dapat memicu peradangan di sekitar mata. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah sehingga area bawah mata terlihat lebih gelap.
Kebiasaan menggosok mata karena rasa gatal juga dapat memperparah kondisi tersebut. Gesekan berulang dapat merusak pembuluh darah kecil dan meningkatkan pigmentasi kulit di sekitar mata.
5. Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat meningkatkan produksi melanin pada kulit. Melanin merupakan pigmen alami yang memberi warna pada kulit manusia.
Jika area sekitar mata terlalu sering terkena sinar matahari tanpa perlindungan, hiperpigmentasi dapat terjadi. Akibatnya, lingkaran hitam di bawah mata tampak semakin pekat.
6. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan membuat kulit terlihat kusam dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini menyebabkan area bawah mata tampak lebih cekung dan gelap.
Saat tubuh mengalami dehidrasi, pembuluh darah di sekitar mata juga menjadi lebih terlihat. Karena itu, menjaga kebutuhan cairan harian sangat penting untuk kesehatan kulit.
7. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, mata panda dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Salah satunya anemia, yaitu kondisi kekurangan sel darah merah sehat yang membuat kulit tampak pucat sehingga lingkaran hitam lebih terlihat.
Selain anemia, resistensi insulin juga dikaitkan dengan munculnya hiperpigmentasi pada beberapa area tubuh, termasuk di sekitar mata. Jika lingkaran hitam tidak kunjung membaik disertai keluhan lain, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan.
Cara Mencegah dan Mengurangi Mata Panda
Mencegah mata panda dapat dimulai dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam per malam menjadi langkah sederhana yang sangat membantu menjaga kesehatan kulit di sekitar mata.
Selain itu, konsumsi air putih yang cukup, penggunaan tabir surya, serta mengurangi kebiasaan begadang juga dapat membantu meminimalkan lingkaran hitam. Mengompres mata dengan air dingin dan menjaga pola makan bergizi pun dapat membantu area bawah mata tampak lebih segar.
Jika mata panda disebabkan faktor genetik atau kondisi medis tertentu, penanganan khusus mungkin diperlukan. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....