Tips Atasi Demam Anak dengan Tepat

  • 30 Apr 2026 17:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penanganan demam pada anak perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar kondisi tidak semakin memburuk, terutama ketika disertai gejala lain seperti batuk, pilek, atau diare.

Dilansir dari kanal YouTube Kata Dokter yang tayang Selasa (27/4/2026), dr. Nunki Andria, SpA, mengungkapkan bahwa salah satu langkah utama yang harus dilakukan orang tua adalah memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik. “Anak yang dehidrasi bisa mengalami demam yang lebih tinggi, sehingga penting untuk terus menawarkan minum,” ungkap dr. Nunki.

Ia menjelaskan, selain mencukupi cairan, orang tua juga dapat melakukan kompres air hangat pada lipatan tubuh seperti ketiak dan pangkal paha selama 10 hingga 15 menit. Metode ini membantu menurunkan suhu tubuh melalui proses penguapan. “Pemberian obat penurun panas seperti parasetamol juga bisa dilakukan agar anak lebih nyaman,” kata dr. Nunki.

Lebih lanjut, dr. Nunki menambahkan bahwa anak yang demam tetap boleh mandi menggunakan air hangat dengan durasi singkat. Setelah itu, anak perlu dikenakan pakaian ringan yang menyerap keringat serta ditempatkan di ruangan dengan suhu nyaman, sekitar 24–26 derajat Celsius.

Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan bahwa batuk pilek pada anak bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi seperti debu dan asap. “Orang tua perlu waspada jika batuk berlangsung lebih dari satu minggu atau disertai gejala berat seperti sesak napas, demam tinggi, hingga penurunan berat badan,” jelasnya.

Untuk kondisi diare, dr. Nunki menyebut penyebab tersering pada balita adalah rotavirus. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan untuk mencegah penularan. “Jika anak masih aktif, mau makan dan minum, diare bisa ditangani di rumah dengan cairan yang cukup. Namun jika muncul tanda dehidrasi, segera bawa ke dokter,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tanda dehidrasi seperti mulut kering, tidak buang air kecil, mata cekung, hingga penurunan kesadaran merupakan kondisi darurat. “Dehidrasi berat bisa mengancam nyawa, sehingga jangan menunggu kondisi memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis,” kata dr. Nunki.

Sebagai penutup, dr. Nunki mengimbau orang tua untuk selalu memantau kondisi anak secara menyeluruh dan tidak ragu berkonsultasi ke tenaga medis jika gejala tidak membaik. Langkah cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak selama masa sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....