Kenali Infeksi Saluran Kemih, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
- 27 Apr 2026 16:00 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kencing.
- Penyebab utama ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari saluran pencernaan.
- Gejala awal ISK meliputi nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, sering buang air kecil, sulit menahan kencing, urin keruh, dan bau tidak sedap.
- Perempuan lebih rentan terkena ISK karena saluran kencing lebih pendek dan letaknya lebih dekat dengan anus.
- Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan area kewanitaan, cebok dari depan ke belakang, menjaga area tetap kering, dan rutin mengganti pembalut saat menstruasi.
RRI.CO.ID, Bandung - Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat dan kerap dianggap sepele. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius hingga menyerang ginjal.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Sri Mulyani, dokter umum, anggota IDI Kabupaten Bandung, sekaligus pengurus Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Cabang Kabupaten Bandung, dalam siaran konsultasi kesehatan Pro 1 RRI Bandung, Sabtu, 25 April 2026.
Menurut dr. Sri Mulyani, infeksi saluran kemih atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai infeksi saluran kencing merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran kencing. Penyebab utamanya adalah bakteri yang masuk ke saluran kemih dan berkembang di area tersebut.
“Infeksi saluran kemih itu dikenal sebagai infeksi saluran kencing ya kalau di masyarakat umum itu. Itu adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang saluran kencing kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bakteri yang paling sering menyebabkan ISK adalah Escherichia coli (E. coli), yaitu bakteri yang biasanya berada di saluran pencernaan. Selain itu, kurang minum air putih, kehamilan, daya tahan tubuh yang menurun, serta kebersihan diri yang kurang baik juga dapat menjadi pemicu terjadinya infeksi.
Menurutnya, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terkena ISK karena saluran kencing perempuan lebih pendek dan jaraknya lebih dekat dengan anus dibandingkan laki-laki. Kondisi tersebut memudahkan bakteri masuk ke saluran kemih.
Gejala awal yang paling sering dirasakan penderita adalah rasa sakit atau panas saat buang air kecil seperti terbakar. Selain itu, penderita juga biasanya menjadi lebih sering buang air kecil meskipun jumlah urin sedikit dan sulit menahan keinginan untuk buang air kecil.
“Air kencing yang keluar itu biasanya lebih keruh dan aromanya tidak sedap,” katanya. Gejala tersebut sering kali diabaikan padahal dapat menjadi tanda awal infeksi saluran kemih.
Lebih lanjut, dr. Sri Mulyani menjelaskan bahwa ISK terbagi menjadi dua jenis, yaitu infeksi saluran kemih bagian bawah dan bagian atas. Yang paling sering terjadi adalah infeksi pada bagian bawah, sedangkan jika infeksi sudah mencapai ureter hingga ginjal, maka kondisi tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut bahkan perawatan di rumah sakit.
Untuk pengobatan, pasien biasanya akan diberikan antibiotik khusus untuk saluran kemih serta obat pereda nyeri jika disertai rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Penanganan yang cepat sangat penting agar infeksi tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Ia juga menekankan pentingnya pencegahan, terutama bagi perempuan, dengan menjaga kebersihan area kewanitaan dan menerapkan cara membersihkan diri yang benar setelah buang air kecil maupun buang air besar. Arah membersihkan yang benar adalah dari depan ke belakang agar bakteri tidak berpindah ke saluran kemih.
Selain itu, menjaga area tetap kering dan rutin mengganti pembalut saat menstruasi juga menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah infeksi saluran kemih. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih dalam jangka panjang.
Ditulis oleh Raissa Mutiara Gayatri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....