Berlama lama Duduk di Kantor, Ini Posisi yang Benar agar Terhindar dari Nyeri
- 13 Apr 2026 10:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kebiasaan duduk dalam waktu lama saat bekerja di kantor dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama nyeri punggung dan leher. Posisi duduk yang tidak ergonomis menjadi salah satu faktor utama penyebab gangguan tersebut.
Berdasarkan penelitian dalam jurnal “Hubungan Posisi Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah” oleh Universitas Islam Bandung, posisi duduk yang tidak tepat berkaitan erat dengan munculnya nyeri punggung bawah pada pekerja. Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan berlebih pada tulang belakang saat duduk terlalu lama.
Selain itu, penelitian “Hubungan Posisi Duduk dan Lama Duduk pada Nyeri Punggung Bawah” dalam Nusantara Hasana Journal menyebutkan bahwa durasi duduk yang panjang dan postur yang salah dapat memperparah keluhan nyeri. Hal ini bahkan dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari.
Para ahli menyarankan agar posisi duduk dilakukan dengan punggung tegak dan bahu rileks untuk menjaga posisi tulang belakang tetap netral. Posisi ergonomis ini terbukti dapat mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal berdasarkan penelitian dalam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara.
Selain itu, tinggi kursi dan meja kerja perlu disesuaikan dengan postur tubuh agar kaki dapat menapak sempurna di lantai. Penelitian dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa juga menegaskan bahwa edukasi posisi duduk ergonomis penting untuk mencegah nyeri punggung pada pekerja kantoran.
Posisi duduk yang salah seperti membungkuk atau tidak menggunakan sandaran dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang. Hal ini diperkuat oleh penelitian dalam Jurnal Biomedik yang menyebutkan bahwa posisi statis dan tidak ergonomis menjadi penyebab utama nyeri punggung kronis.
Untuk mencegah nyeri, pekerja juga disarankan melakukan peregangan ringan setiap satu hingga dua jam. Dengan menerapkan posisi duduk yang benar dan kebiasaan sehat, risiko gangguan kesehatan akibat duduk lama dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....