Dinkes Cianjur dalam Tiga Bulan Terakhir Menerima 804 Kasus Campak

  • 01 Apr 2026 17:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat adanya kasus penularan penyakit campak. Sejak Januari hingga Maret 2026 ada 804 kasus yang dilaporkan fasilitas kesehatan masyarakat, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapung mengatakan, sebanyak 804 kasus campak dilaporkan ke aplikasi milik Kementerian Kesehatan RI yang memantau penyakit-penyakit potensial KLB atau wabah, kewaspadaan dini dan respon (SKDR).

"Kasus campak sampai dengan minggu ke 12 di tahun 2026 masuk ke SKDR ada 804 kasus, yang suspek atau dicurigai empat orang. Dari keseluruhan sampel, tiga negatif dan satu positif," kata Javed, Rabu 1 April 2026.

Selain itu berdasarkan data jumlah kasus campak di Cianjur terbilang melandai, Javed pun memastikan Cianjur tidak ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit disebabkan oleh virus Morbillivirus itu.

"Kalau menganalisa tren kasus, dilihat dari laporan SKDR di awal tahun, sekitar minggu ke 1 dan minggu ke 2 itu kasusnya cukup tinggi, tetapi sekarang mulai melandai di minggu ke 9 hingga minggu ke 12,"ujarnya

Ia pun menambahkan, satu pasien campak asal Cianjur terindikasi belum mendapatkan imunisasi campak.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dari satu kasus, pasien campak belum mendapatkan imunisasi.

Adapun penyebab berkembangnya

virus Morbillivirus, penyebab penyakit campak disebabkan perubahan iklim seperti pemanasan global.

Javed menegaskan, pemerintah melalui tenaga kesehatan (Nakes) di setiap wilayah siap melayani pemberian vaksin campak untuk mencegah penularan.

"Tenaga kesehatan kita siap memberikan pelayanan di Puskesmas, Pustu, Posyandu, tetapi kembali lagi kepada kesadaran masyarakatnya untuk mau dilakukan imunisasi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....