Sulit Rileks Bisa Jadi Tanda Gangguan Hypervigilance

  • 02 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Hypervigilance merujuk pada kondisi kewaspadaan berlebihan terhadap potensi ancaman di sekitar. Dalam jurnal Psychological Bulletin, hypervigilance dijelaskan sebagai respons kognitif yang meningkat akibat paparan stres atau pengalaman traumatis berkepanjangan.

Individu dengan kondisi ini cenderung terus-menerus memindai lingkungan untuk mencari tanda bahaya. Dalam jurnal Journal of Anxiety Disorders, disebutkan bahwa hypervigilance berkaitan erat dengan gangguan kecemasan dan respons stres yang tidak proporsional.

Pada remaja, kondisi ini bisa berkembang dari pengalaman tekanan sosial atau konflik keluarga. Rasa aman yang tidak stabil dapat membuat sistem kewaspadaan terus aktif meski situasi sudah kondusif.

Dampaknya bukan hanya kelelahan mental. Tubuh juga dapat mengalami ketegangan fisik akibat aktivasi stres yang berlangsung lama.

Hypervigilance sering kali tidak dikenali karena dianggap sebagai bentuk kehati-hatian biasa. Padahal, perasaan siaga yang konstan dapat mengganggu konsentrasi dan kualitas tidur.

Dalam konteks sosial, individu mungkin tampak mudah tersinggung atau defensif. Respons tersebut sebenarnya merupakan upaya perlindungan diri yang berlebihan.

Para peneliti menekankan pentingnya lingkungan yang aman dan dukungan emosional. Regulasi stres yang sehat dapat membantu menurunkan tingkat kewaspadaan yang tidak lagi adaptif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....