Fenomena Impostor Menghantui Generasi Berprestasi Masa Kini

  • 02 Mar 2026 13:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Impostor phenomenon menggambarkan kondisi ketika individu merasa tidak pantas atas pencapaiannya sendiri. Dalam jurnal Psychotherapy: Theory, Research & Practice, fenomena ini dijelaskan sebagai pola keraguan diri yang persisten pada individu berprestasi.

Individu yang mengalaminya sering menganggap keberhasilan sebagai hasil keberuntungan semata. Dalam jurnal Journal of Behavioral Science, kondisi ini dikaitkan dengan kecemasan dan rendahnya harga diri.

Pada remaja dan mahasiswa, impostor phenomenon dapat muncul saat memasuki lingkungan baru yang kompetitif. Standar akademik dan sosial yang tinggi dapat memperkuat perasaan tidak layak.

Dampaknya bukan hanya pada kepercayaan diri. Fenomena ini juga dapat menghambat pengembangan potensi karena individu takut mencoba tantangan baru.

Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok minoritas lebih rentan mengalami kondisi ini. Tekanan stereotip sosial dapat memperkuat keraguan terhadap kompetensi diri.

Dalam konteks pendidikan, fenomena ini sering tersembunyi di balik prestasi gemilang. Individu tampak sukses di luar, tetapi menyimpan kecemasan di dalam.

Para ahli menekankan pentingnya validasi dan pengakuan realistis terhadap usaha diri. Kesadaran bahwa pencapaian lahir dari kompetensi nyata dapat membantu memutus siklus keraguan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....