Farhan; Warga Bandung Konsumsi Gorengan Tinggi

  • 02 Mar 2026 12:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pola konsumsi makanan dan minuman masyarakat Kota Bandung sepanjang 2024 menunjukkan angka yang cukup tinggi pada sejumlah jenis pangan, terutama gorengan. ‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Berdasarkan data BPS kota Bandung yang disampaikan, konsumsi gorengan menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis makanan lainnya, yakni mencapai 3,113 per kapita.

Sementara itu, konsumsi sate tercatat sebesar 0,156 per kapita, makanan ringan 0,585 per kapita, bubur ayam 0,634 per kapita, serta batagor 0,495 per kapita. Untuk kategori minuman, konsumsi air kemasan tercatat sebesar 0,434 per kapita.

Adapun konsumsi air teh kemasan dan minuman bersoda mencapai 0,534 per kapita. ‎“Data konsumsi makanan dan minuman penduduk Kota Bandung tahun 2024 menunjukkan gorengan masih yang paling tinggi, kemudian disusul jenis makanan dan minuman lainnya,” ujar Walikota Bandung M Farhan, senin 2 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, data tersebut juga memuat rincian konsumsi mingguan dalam satuan mililiter untuk minuman. Namun, detail angka teknis akan disampaikan lebih lanjut oleh jajaran terkait yang memegang data lengkap.

‎Farhan menegaskan, Pemerintah Kota Bandung tidak akan melakukan pembatasan perdagangan terhadap produk-produk tersebut. Namun demikian, pihaknya akan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula secara mandiri.

‎“Kalau pembatasan perdagangan tentu tidak mungkin. Tapi kita akan membangun kesadaran masyarakat agar secara sadar mengurangi konsumsi gula,” tegasnya.


‎Menurut Farhan, langkah pengendalian konsumsi gula lebih efektif dilakukan melalui edukasi dan pengawasan, terutama di lingkungan sekolah. Ia menyoroti pentingnya memastikan kantin sekolah tidak didominasi oleh minuman dengan kandungan gula tinggi.

‎“Kita tidak ingin kantin sekolah lebih banyak didominasi minuman yang kadar gulanya tinggi. Ini harus mulai dikontrol,” katanya.

‎Upaya tersebut, sudah mulai dijalankan melalui berbagai kegiatan edukasi sejak sekarang. Pemerintah Kota Bandung juga akan menjadikan data konsumsi ini sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Dikatakanya Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

‎" berharap temuan terkait pola konsumsi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Badan Gizi Nasional dalam pengembangan program ke depan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....