Bangun setelah Sahur Mengganggu Pola Tidur, Ini Penjelasannya
- 19 Feb 2026 05:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Pola tidur saat berpuasa mengalami perubahan signifikan karena adanya aktivitas sahur dan ibadah malam. Perubahan ini membuat waktu tidur menjadi lebih singkat dibandingkan hari biasa.
Banyak masyarakat yang tidur lebih larut karena menjalankan ibadah atau kegiatan keluarga setelah berbuka. Akibatnya, waktu istirahat malam menjadi terpotong oleh jadwal sahur dini hari. Kamis,19 februari 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian orang merasakan kantuk pada pagi atau siang hari. Meski begitu, tubuh umumnya mampu beradaptasi setelah beberapa hari menjalani puasa.
Sejalan dengan World Health Organization (WHO) yang menyarankan agar tetap menjaga total waktu tidur minimal enam hingga tujuh jam per hari. Waktu tidur dapat dibagi antara malam hari dan tidur siang singkat.
Tidur siang selama 20 hingga 30 menit dinilai efektif untuk mengembalikan energi. Cara ini membantu meningkatkan fokus tanpa membuat tubuh terasa lemas.
Selain durasi, kualitas tidur juga perlu diperhatikan selama bulan puasa. Mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih cepat beristirahat.
Lingkungan kamar yang nyaman dan gelap turut mendukung kualitas tidur yang baik. Suhu ruangan yang sejuk juga membantu tubuh lebih rileks.
Pola makan saat sahur dan berbuka ternyata ikut memengaruhi kualitas istirahat. Mengonsumsi makanan terlalu berat menjelang tidur dapat mengganggu kenyamanan tubuh.
Aktivitas fisik ringan di sore hari juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur malam. Namun olahraga berat sebaiknya dihindari menjelang waktu istirahat.
Secara umum, pola tidur saat berpuasa memang berubah namun tetap dapat dijaga keseimbangannya. Kunci utamanya adalah manajemen waktu yang baik agar kesehatan tetap terpelihara selama menjalankan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....