Klinik Pratama Lapas Banceuy, Diresmikan, Layani Warga Binaan

  • 07 Feb 2026 10:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dirjenpas (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, untuk meresmikan Klinik Pratama yang ada di Lapas setempat, Jumat 6 Februari 2026 petang. Dalam kunjungannya, usai meresmikan gedung Klinik Pratama, Dirjenpas Mashudi meninjau ruang perawatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang didampingi  oleh Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jabar Kusnali dan Kepala Lapas (Kalapas) Banceuy Eris Ramdani.

Mashudi juga sempat menanyakan, Klinik tersebut harus memiliki dokter lebih dari satu. "Sekarang berapa dokternya," tanya Mashudi kepada Kakanwil Dirjenpas Kementerian Imipas Kusnali dan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani.

Pernyataan Mashudi tersebut,dijawab  Kalapas Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani bahwa dokter tetap Klinik Pratama Kelas IIA Banceuy hanya satu orang. Jawaban dari Kalapas Banceuy lalu ditanggapi Dirjenpas Mashudi, bahwa akan diusulkan untuk penambahan dokter baru.

Usai meninjau gedung klinik, Mashudi melihat aktivitas WBP secara langsung yang berada di lokasi lahan ketahanan pangan di area Lapas. Terpisah, Kalapas Banceuy Eris Ramdani usai kegiatan peresmian oleh Dirjenpas Kementerian Imipas Mashudi, menjelaskan bahwa Klinik yang diresmikan berbenah lebih baik, guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan. 

"Karena pelayanan bukan hanya sekedar pekerjaan namun tanggung jawab yang harus dilaksanakan  dengan sepenuh hati,"jelasnya.

Kalapas Banceuy menambahkan, Klinik ini dilengkapi alat dan sarana kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana, sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan warga binaan, petugas, serta pengunjung.

"Peralatan yang tersedi berupa P3K, APD, Alat evakuasi bencana seperti tandu dan helm pelindung dan bahkan tersedia tabung oksigen untuk kondisi gawat darurat," paparnya. Selain peralatan medis, peralatan kebersihan juga tersedia guna menjaga kebersihan, sanitasi, dan kenyamanan lingkungan klinik.

"Peralatan kebersihan tersebut meliputi alat pembersih lantai dan ruangan, peralatan kebersihan toilet, sarana pengelolaan sampah medis dan nonmedis, serta bahan pembersih dan disinfektan," terangnya.

Baca juga:Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah

Pihak Lapas Banceuy memastikan, bahwa Klinik baru ini menyiapkan  peralatan medis dan obat obatan lengkap sebagai penunjang tercapainya pelayanan yang PRIMA bagi warga binaan.

'Peralatan medis yang tersedia berupa alat ukur tekanan darah, gula darah, kolesterol, peralatan infus, penanganan luka dan obat obatan ringan hingga obat yang perlu diresepkan oleh dokter," jelasnya.

Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Banceuy juga didukung oleh sarana administrasi dan sarana penunjang berupa peralatan pencatatan dan pengarsipan data pasien, dokumen pelayanan medis, serta perangkat pendukung administrasi klinik."Selain itu, tersedia pula sarana penunjang lain seperti ruang tunggu, tempat penyimpanan obat dan alat kesehatan, serta fasilitas pendukung yang mendukung kenyamanan, keamanan, dan efektivitas pelayanan kesehatan di klinik,"jelasnya.

Kalapas menegaskan, Klinik baru Lapas Banceuy ini, mempunyai Visi terwujudnya pelayanan kesehatan  yang bermutu, humanis, dan berkesinambungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Untuk misinya memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan sesuai standar. Menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil bagi seluruh WBP, meningkatkan derajat kesehatan WBP secara promotif dan preventif mendukung proses pembinaan melalui layanan kesehatan yang optimal,"ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....