Penyebab Infertilitas Pria dan Cara Mengatasinya
- 29 Agt 2025 06:25 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Infertilitas atau kemandulan menjadi masalah yang cukup sering ditemui pada pasangan suami istri. Kondisi ini didefinisikan sebagai jaminan diperolehnya anak setelah setahun menikah dan berhubungan secara teratur tanpa kontrasepsi. Salah satu alasannya adalah infertilitas pria yang dipengaruhi oleh banyak faktor.
Dilaporkan dari kanal YouTube @katadokter, Dr.dr. Silvia Werdy Lestari, M. Biomed., SpAnd menjelaskan bahwa infertilitas pria bisa disebabkan oleh penyakit seperti varikokel, infeksi saluran reproduksi, hingga gangguan bawaan pada testis. Selain itu, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menurunkan kualitas sperma.
Menurutnya, analisis sperma di laboratorium menjadi pemeriksaan penting untuk menilai kondisi kesuburan pria. Pemeriksaan ini meliputi jumlah, pergerakan (motilitas), dan bentuk sperma. Hasilnya bisa menunjukkan kondisi normal atau sebaliknya, seperti oligozoospermia (jumlah sedikit), astenozoospermia (gerakan lemah), hingga azoospermia (tidak ada sperma sama sekali).
Baca juga: Campak Meradang, Pemkab Temukan Virus Genotipe G8
Faktor gaya hidup dinilai berperan besar dalam menentukan kualitas sperma. Testis yang berfungsi sebagai pabrik sperma tidak boleh tertekan dan terlalu panas, sehingga penggunaan celana ketat atau kebiasaan duduk lama di dekat sumber panas dapat mengganggu. Selain itu, pola makan tidak seimbang tanpa cukup protein, sayur, dan buah juga membuat kualitas sperma menurun.
Dokter Silvia menekankan pentingnya asupan makanan bergizi, terutama protein dari ikan, ayam, telur, dan daging. Sayur dan buah kaya antioksidan juga berperan untuk melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Ia menambahkan, olahraga ringan seperti jalan, lari, atau berenang sangat dianjurkan, sementara angkat berat dan bersepeda jarak jauh sebaiknya dihindari karena berisiko memperparah varikokel.
Bila ditemukan masalah pada sperma, tata laksana dilakukan sesuai penyebabnya. Pada kasus infeksi atau varikokel, dapat diberikan pengobatan hingga tindakan operasi. Namun bila jumlah sperma tetap sangat rendah atau tidak sama sekali, maka pilihan reproduksi berbantu seperti inseminasi atau bayi tabung menjadi solusi yang disarankan.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa infertilitas akibat faktor genetik umumnya sulit diatasi secara alami. Misalnya pada pria dengan kelainan kromosom Y atau fragmentasi DNA sperma, pengobatan medis hanya terbatas dan reproduksi berbantu menjadi jalan utama. Prinsipnya, jangan menunda pemeriksaan.Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang keberhasilannya, tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....