Campak Meradang, Pemkab Temukan Virus Genotipe G8
- 28 Agt 2025 19:17 WIB
- Bandung
KBRN,Garut : Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan, per tanggal 27 Agustus 2025 telah ditemukan lima kasus campak di wilayahnya. Seluruh pasien dinyatakan sembuh tanpa adanya laporan kematian. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.
Virus campak yang menginfeksi pasien di Garut tergolong genotipe D8, yang dinilai tidak membahayakan dibandingkan genotipe D4 atau B3 yang ditemukan di daerah lain seperti Jawa Timur. "Kasus campak di Garut tersebar di empat kecamatan, yakni Garut Kota, Banyuresmi, Leles, dan Tarogong Kaler," kata Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, Kamis (28/8/2025) di Garut.
Ia menyampaikan, berdasarkan kelompok usia, satu kasus terjadi pada anak di bawah 1 tahun, dua kasus pada anak usia 1–5 tahun, satu kasus pada usia 6–9 tahun, dan satu kasus pada usia 10–15 tahun.
Baca juga:Waspada Leptopirosis, di Garut Empat Orang Meninggal
"Kami mencatat tren kasus campak dimulai sejak Januari dengan satu kasus, kemudian meningkat pada Mei (2 kasus), dan Juli (2 kasus),"katanya.
Ia menyampaikan, meski ada peningkatan jumlah kasus, kondisi ini masih tergolong aman dan belum mengarah pada status Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah.
Sebagai respons terhadap situasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain, meningkatkan kewaspadaan dini di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama terhadap pasien anak-anak.
"Juga menyiagakan seluruh fasyankes dalam mengantisipasi lonjakan kasus campak di Jawa Barat dan daerah lainnya,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....