ITB Dorong Riset Jadi Solusi Teknologi Lewat Hackathon 2026
- 05 Okt 2026 22:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong hasil riset dan gagasan teknologi agar tidak berhenti di lingkungan akademik, tapi juga harus berdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui ITB Hackathon Series 2026 yang mulai digelar Senin 5 Oktober 2026.
Program yang berlangsung di Aula Barat ITB, Kampus Ganesha, Bandung, mengusung tema “From Idea, to Impact”. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan akademisi, mahasiswa, peneliti, startup, profesional, dan pelaku industri untuk mengembangkan gagasan teknologi menjadi solusi yang dapat diterapkan.
ITB Hackathon Series 2026 mencakup empat bidang, yakni Agentic AI, Chip Design, DeepTech for Smart X, dan Genomik. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 50 orang atau tim.
Direktur Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi ITB, Hary Devianto, mengatakan tantangan perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasilnya dapat melewati tahapan hilirisasi dan memberikan nilai tambah.
Menurutnya, keberhasilan hackathon tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta maupun pemenang. Keberlanjutan solusi, proses hilirisasi, serta dampak yang dihasilkan menjadi indikator penting.
"Oleh karena itu, kolaborasi akademisi dengan industri perlu dibangun sejak awal agar inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana DeepTech for SmartX Hackathon ITB Series 2026, Suhono Harso Supangkat, menambahkan pengembangan teknologi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari semikonduktor, chip, infrastruktur komputasi, algoritma, hingga large language model dan penerapannya.
Ia mengatakan perkembangan kecerdasan artifisial juga perlu diarahkan untuk memanfaatkan data dalam mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
"Melalui momentum ini, Indonesia didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga meningkatkan konten lokal, membangun industri, dan menumbuhkan startup berbasis teknologi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....