Hadapi Era AI, Telkom University Rancang Prodi HI Berbasis Teknologi
- 29 Sep 2026 20:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.OD, Bandung - Telkom University mulai mematangkan arah pembentukan Program Studi Hubungan Internasional (HI) dengan menyesuaikan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta perubahan geopolitik global.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Prodi HI yang digelar Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University, Selasa 29 September 2026.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi di bidang hubungan internasional, yakni Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pertahanan Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Associate Professor in International Relations President University Teuku Rezasyah PhD, serta diplomat Indonesia Dr (HC) Al Busyra Basnur.
Pembentukan prodi ini dilakukan di tengah perubahan lanskap hubungan internasional yang semakin dipengaruhi teknologi. Persaingan antaraktor global kini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer dan penguasaan wilayah, tetapi juga mencakup data, teknologi, ruang siber, informasi, serta kemampuan membentuk narasi dan pengaruh strategis.
Selain itu, berbagai persoalan global seperti perubahan iklim, migrasi, krisis kemanusiaan, dan persaingan ekonomi semakin terhubung satu sama lain. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan lulusan HI dengan kemampuan yang tidak hanya memahami teori hubungan internasional, tetapi juga mampu membaca perkembangan teknologi dan lingkungan strategis.
Prof. Anak Agung Banyu Perwita mengatakan, lulusan HI ke depan tetap memiliki posisi penting dalam membantu memahami perubahan lingkungan global. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kemampuan analisis sekaligus penyusunan rekomendasi kebijakan berdasarkan perkembangan situasi dan data.
Menurutnya, sejumlah kompetensi perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pendidikan HI, mulai dari keamanan strategis, analisis geopolitik, intelligence and information environment, diplomasi digital, hingga pemanfaatan AI dalam analisis kebijakan.
"Kompetensi tersebut dibutuhkan agar lulusan HI mampu menjembatani kepentingan berbagai aktor, mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, dan bekerja di lingkungan yang semakin beragam," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Teuku Rezasyah PhD yang menilai Prodi HI Telkom University perlu memiliki karakter yang membedakannya dari program studi sejenis. Kekhasan tersebut dapat dibangun dengan memanfaatkan identitas Telkom University sebagai perguruan tinggi yang memiliki basis kuat di bidang teknologi dan komunikasi.
Ia menyebut pengembangan kurikulum dapat diarahkan pada irisan antara hubungan internasional dengan teknologi komunikasi, diplomasi, pembangunan berkelanjutan, hingga tata kelola publik dalam menghadapi perkembangan era algoritma.
Adapun isu yang menjadi perhatian mencakup diplomasi publik, paradiplomasi, keamanan siber, literasi digital, Sustainable Development Goals (SDGs), tata kelola pemerintahan dan dunia usaha, ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), BRICS, hingga pengaruh perkembangan teknologi terhadap organisasi internasional.
Ketua Tim Pembentukan Program Studi Hubungan Internasional Telkom University, Dr Asaas Putra, mengatakan seluruh masukan dalam FGD menjadi bagian dari proses perumusan desain akademik prodi.
Menurutnya, Telkom University ingin membangun pendidikan HI yang tetap memiliki fondasi keilmuan yang kuat, namun sekaligus mampu memanfaatkan kekuatan universitas dalam bidang teknologi untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan perubahan global.
"Kami ingin membangun Program Studi Hubungan Internasional yang kuat secara keilmuan dan memiliki kekhasan yang relevan dengan perkembangan teknologi, geopolitik, diplomasi, serta tantangan pembangunan berkelanjutan," kata Asaas.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mencakup pemerintah, dunia usaha, organisasi nonpemerintah (NGO), organisasi internasional, maupun industri strategis sehingga mahasiswa nantinya memiliki ruang untuk memperoleh pengalaman praktis melalui pemagangan dan berbagai bentuk kolaborasi.
Melalui rancangan tersebut, Prodi HI Telkom University diarahkan tidak hanya mengikuti perkembangan disiplin hubungan internasional, tetapi juga membangun pendekatan yang sesuai dengan perubahan lingkungan global. Integrasi isu geopolitik, diplomasi, teknologi, AI, dan pembangunan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan dunia yang semakin digital dan kompleks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....