ITB Jelaskan Soal Munculnya Kampus Asal Israel di Sistem Akademik SIX
- 21 Sep 2026 11:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan klarifikasi terkait munculnya nama perguruan tinggi asal Israel dalam daftar tujuan pertukaran mahasiswa pada Sistem Informasi Akademik yang dimiliki ITB dengan nama SIX. Sebelumnya, kemunculan nama kampus asal Israel dalam daftar tujuan pertukaran mahasiswa di SIX menuai pertanyaan dari publik
Pertanyaan tersebut di antaranya terkait kemungkinan adanya kerja sama akademik antara ITB dengan universitas di Israel. Berkaitan dengan hal itu, ITB menegaskan bahwa tidak ada kerja sama apapun dengan kampus dari manapun di Israel.
Kepala Direktorat Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menjelaskan daftar perguruan tinggi yang tampil pada fitur pertukaran mahasiswa di SIX terhubung dengan basis data dari sejumlah jejaring dan konsorsium internasional yang diikuti ITB. Beberapa jejaring tersebut antara lain QS World University Ranking, Global Engineering Education Exchange (Global E3), Erasmus, dan ASEAN University Network.
Menurut Nurlaela, integrasi basis data tersebut membuat nama perguruan tinggi dari berbagai negara dapat muncul dalam sistem. Sehingga nama universitas yang berada di Israel muncul di sistem SIX tersebut.
Daftar perguruan tinggi yang muncul pada sistem SIX berfungsi sebagai data referensi. Kemunculan sebuah nama universitas dalam sistem tidak secara otomatis menunjukkan adanya perjanjian kerja sama atau status sebagai mitra pertukaran mahasiswa ITB.
“Dengan demikian keberadaan Universitas di Israel dalam basis data dimaksud tidak dapat dielakkan. Namun demikian, bukan berarti ITB secara otomatis bekerja sama dengan Universitas di Israel,” ujar Lala dalam pernyataan resminya, dikutip Senin 21 September 2026.
Nurlaela menegaskan, ITB senantiasa berpedoman pada kebijakan pemerintah Republik Indonesia, dimana Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pedoman tersebut juga termasuk dalam urusan penyelengaraan pertukaran mahasiswa.
“Sampai saat ini ITB tetap berpedoman kepada kebijakan Republik Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Israel, dan ITB tidak memiliki kerja sama dengan Universitas manapun di Israel, termasuk untuk menyelenggarakan pertukaran mahasiswa,” katanya.
Nurlaela menjelaskan, mahasiswa yang hendak mengikuti program pertukaran internasional tidak dapat langsung memilih perguruan tinggi hanya berdasarkan daftar yang tersedia di SIX. Mahasiswa terlebih dahulu harus mengajukan universitas tujuan serta mata kuliah yang akan diambil.
Selanjutnya mahasiswa melakukan proses persetujuan program studi dan proses verifikasi. ITB memastikan pengajuan yang tidak memenuhi ketentuan secara akademik maupun hal lainnya tidak akan mendapatkan persetujuan.
“Jika ada ketidaksesuaian, maka sudah pasti pengajuan tersebut tidak akan disetujui oleh ITB,” jelas Lala.
Dengan demikian, ITB membedakan antara daftar perguruan tinggi yang tersedia sebagai referensi dalam sistem dengan universitas yang benar-benar menjadi mitra kerja sama pertukaran mahasiswa. ITB juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian publik dan menegaskan komitmennya memberikan pelayanan akademik terbaik kepada mahasiswa, masyrakat, serta para pemangku kepentingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....