Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur di 17 Area Pariwisata
- 21 Sep 2026 09:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus menggenjot perbaikan infrastruktur perkotaan, mulai dari trotoar, drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya di berbagai titik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan perbaikan infrastruktur tersebut saat ini masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026, khususnya di 17 kawasan yang menjadi fokus pengembangan pariwisata.
"Belum semuanya, tapi sudah mulai. Diperkirakan pada akhir November semua sudah selesai, minimal di 17 area yang merupakan fokus untuk pariwisata," ujar Muhammad Farhan, Senin 21 September 2026.
Farhan menjelaskan, setelah penataan kawasan pariwisata selesai, Pemkot Bandung akan melanjutkan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan yang menjadi pusat perekonomian pada tahun depan.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu pola penataan yang telah diuji coba dilakukan di kawasan Astana Anyar hingga Panjunan.
"Kita sudah coba di Astana Anyar sampai Panjunan, lumayan berhasil. Kita akan coba terapkan di wilayah-wilayah lain yang lebih berat," katanya.
Namun, beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, dan Jalan Otista akan ditangani melalui pembangunan Bus Rapid Transit (BRT).
"November, mudah-mudahan selesai. Kalau tidak salah itu sekitar 40-an ruas jalan," ucapnya.
Selain infrastruktur jalan, Pemkot Bandung juga melakukan pembenahan PJU. Farhan menyebut akan ada perubahan warna pada PJU yang memiliki fungsi ornamen untuk memperkuat karakter kawasan.
"Iya, sama lampu. Nanti akan ada, bukan desain baru, tapi warna baru dari PJU Kota Bandung, khususnya yang sifatnya ornamen," katanya.
Menurut Farhan, salah satu contoh penerapan perubahan tersebut dapat dilihat di Jalan R.E. Martadinata, tepatnya di sekitar kawasan depan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
"Iya, semuanya. Semuanya. Drainasenya juga. Itu sebabnya memang ada beberapa titik yang memaksa kita untuk menentukan bangunan dan PKL itu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....