Unpar dan Rumah Edukasi Latih Guru dan Siswa Kuasai STEM, Koding, hingga Robotik

  • 18 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berkolaborasi dengan Rumah Edukasi menggelar praktik pembelajaran mendalam bidang sains, koding, dan robotik bagi guru dan siswa. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan praktik dan simulasi, di kampus Unpar kota Bandung.

Pelatihan dan simulasi kompetensi itu diikuti 14 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Menariknya, kegiatan tersebut juga melibatkan siswa berkebutuhan khusus dari sekolah luar biasa (SLB), yang mengikuti pembelajaran teknologi bersama peserta lainnya.

Rektor Unpar Prof. Ir. Tri Basuki Joewono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi untuk memperkenalkan dan memperkuat pembelajaran koding kepada guru dan siswa. Menurut Tri, salah satu tujuan kegiatan adalah membekali guru agar mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada guru serta sekolah lain. Dengan demikian, pembelajaran koding, robotik, kecerdasan buatan (AI), teknologi, dan STEM dapat diterapkan secara lebih luas di sekolah.

“Kita sangat mendukung pembelajaram STEM dan mengapresiasi terhadap Rumah Edukasi, yang menginginkan anak didik belajar tentang koding dan robotik, AI, teknologi, dan STEM dengan cara yang menyenangkan,” kata Tri, di Unpar Bandung, Jumat 18 September 2026.

Rektor mengapresiasi Rumah Edukasi yang telah memfasilitasi kolaborasi tersebut sehingga Unpar dapat terlibat lebih jauh dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Tri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat yang mendukung kegiatan dengan melibatkan guru dan siswa.

Tri menilai keterlibatan siswa dari SLB menjadi salah satu hal menarik dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar teknologi dan STEM perlu terbuka bagi seluruh siswa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Kita tentunya ingin mereka berkembang di bidang STEM,” ujarnya.

Unpar, kata Tri, telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa dan berkomitmen melanjutkannya pada masa mendatang. Bahkan, Unpar berencana menggelar kompetisi robotik internasional pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan pendidikan teknologi.

“Intinya kita akan terus mengembangkan pendidikan teknologi untuk memajukan anak-anak bangsa,” tutur Tri.

Direktur Rumah Edukasi Anton Mulia mengapresiasi dukungan Unpar dan Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengatakan kehadiran siswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk peserta dari SLB, menunjukkan antusiasme terhadap pembelajaran berbasis STEM.

“Kami berterima kasih kepada Unpar dan Disdik Jabar karena siswa-siswi dari berbagai jenjang dan juga dari SLB bisa hadir dan antusias mengikuti praktik pembelajaran berbasis STEM di Unpar,” ujar Anton.

Anton menegaskan, keterlibatan siswa berkebutuhan khusus menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi emas yang inklusif. Menurutnya, pengembangan pendidikan teknologi perlu memberikan ruang bagi seluruh anak untuk belajar dan mengembangkan potensinya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Materi yang diberikan antara lain dasar-dasar mekanika dan energi hijau yang dikaitkan dengan tantangan lingkungan di tengah perubahan iklim global.

“Kami langsung melatih anak-anak beserta gurunya bagaimana mengembangkan STEM di sekolahnya,” kata Anton.

Ia berharap para guru yang mengikuti pelatihan dapat berperan sebagai coach di sekolah masing-masing. Peserta guru juga diarahkan memperoleh sertifikat internasional setelah menyelesaikan rangkaian praktik pembelajaran tersebut.

Anton menilai antusiasme peserta menjadi modal penting untuk melanjutkan kolaborasi antara Rumah Edukasi, Unpar, dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan untuk memperluas pembelajaran sains, teknologi, koding, robotik, dan STEM di sekolah-sekolah Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Layanan Khusus, dan Pendidikan Menengah (PKLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Oktora mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi unggul di Jawa Barat.

Firman mengatakan pengembangan pendidikan berbasis STEM juga menjadi ruang untuk memfasilitasi siswa yang memiliki bakat khusus agar dapat berkembang sesuai potensinya. Menurut dia, pembelajaran STEM dapat diterapkan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

“Pemprov Jabar mendukung kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan anak-anak kita menjadi manusia unggul di Jabar, juga memfasilitasi anak yang memiliki bakat khusus sehingga bisa tumbuh kembang,” kata Firman.

Ia menambahkan, penerapan pembelajaran STEM juga menjadi bagian dari pengembangan program Sekolah Maung (Manusia Unggul). Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran yang dapat membekali siswa dengan kompetensi sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....