Sukses Kembangkan Bio-RV dan Bio TCV, Bio Farma Bakal Kembangkan Vaksin Kombinasi

  • 17 Sep 2026 14:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Setelah sukses mengembangkan Bio-RV vaksin Rotavirus dan Bio-TCV vaksin Tifoid, Bio Farma akan melakukan pengembangan vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi ini merupakan gabungan vaksin dari vaksin dasar seperti difteri, pertusis, hepatitis B hingga polio.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya di Bandung, Rabu 16 September 2026. “Bagaimana kita memadukan vaksin-vaksin dasar, ada lima vaksin dasar, salah satunya adalah difteri, pertusis, kemudian ada juga hepatitis B, yang nanti akan dikombinasikan menjadi lima vaksin dalam satu dosis,”jelasnya.

Ia juga menyebutkan, vaksin kombinasi tersebut menjadi target utama Bio Farma, dengan pertimbangan kebutuhan negara. Dengan adanya vaksin kombinasi tersebut pemberian vaksin pada program imunisasi dapat lebih efisien.

“Ada juga nanti ditambah polio yang sifatnya IPV, itu juga akan menjadikan enam. Nah, ini vaksin-vaksin kombinasi ini yang menjadi target utama kami ke depan, dengan pertimbangan adalah kebutuhan negara, kebutuhan bangsa ini, karena 5 kali suntik, 6 kali suntik dibandingkan dengan 1 kali suntik, itu yang menambah efektifitas,”tutup dia.

Ia menambahkan, dengan satu kali suntik, beberapa vaksin imunisasi dapat tercover. “Ibu-ibu membawa anaknya hanya cukup sekali ke rumah sakit, ke Puskesmas untuk disuntikkan, 5 vaksin, 6 vaksin sudah ter-cover,”ucapnya.

Shadiq juga mengatakan, pemenuhan vaksin kombinasi tersebut bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri saja. Bio Farma menurutnya akan mencari peluang untuk ekspor vaksin kombinasi tersebut.

“Kalau kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, kita akan mencari untuk peluang ekspor. UNICEF juga memerlukan, negara -negara di tempat lain juga memerlukan juga vaksin kombinasi ini,”ungkap dia.

Sementara mengenai produk Bio-RV vaksin rotarius yang baru saja mendapat Nomor Izin Edar (NIE), menurut Sahdiq menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat perlindungan anak Indonesia dari penyakit diaere akut akibat infeksi rotarius.

Vaksin ini merupakan pengembangan kerja sama Bio Farma dengan Murdoch Children’s Reasearch Institute (MCRI). “Ini adalah termasuk vaksin yang sudah digunakan dalam program Immunisasi Nasional untuk pemerintah Indonesia, jadi kalau kita bisa masuk Rotavirus ini, artinya kita sudah bisa menghemat devisa,”ucap dia.

Shadiq juga mengatakan selain vaksin Rotavirus, Bio Farma juga telah meluncurkan vaksin Typhoid dan juga telah memiliki izin edar. Vaksin Tifoid (Bio-TCV), merupakan vaksin untuk mencegah penyakit tifus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

“Produknya itu diproduksi dari sini. Nanti kita bisa juga menimbulkan ketahanan kesehatan nasional, ya itu yang utama,”ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....