Ini Jalur Bersejarah Bagian Perjalanan 159 Tahun Perkeretaapian

  • 14 Sep 2026 11:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - KAI Explore Ajak Publik Menelusuri Sejarah Jalur Kedungjati–Tuntang. Itu adalah kegiatan tematik dari PT Kereta Api Indonesia untuk mengenalkan sejarah perkeretaapian kepada publik.

Detail Kegiatan KAI Explore 2026, itu Berlangsung pada tanggal Dua hari di September 2026. Lokasi Utama, Mengambil rute bersejarah di jalur Stasiun Kedungjati hingga Tuntang.

Pesertanya, Melibatkan komunitas penulis, kreator konten, dan publik untuk merasakan perjalanan tematik. Tujuannya, Menelusuri dan mengedukasi masyarakat tentang jejak sejarah jalur kereta api masa lampau di wilayah tersebut.

"Sementara itu, Stasiun Tuntang memiliki nilai sejarah sebagai salah satu stasiun tua di Indonesia. Stasiun ini mulai dibangun pada 1871 dan beroperasi pada 21 Mei 1873 dengan karakter arsitektur khas NIS. Saat ini, kawasan Tuntang memiliki keterkaitan dengan pengembangan wisata sejarah perkeretaapian melalui kawasan Museum Kereta Api Ambarawa," ungkap VP Corporate Communication KAI Anne Purba kepada RRI, Minggu 13 September 2026.

Anne menambahkan, pengenalan sejarah perkeretaapian melalui kegiatan seperti KAI Explore menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami hubungan antara transportasi juga sejarah. Itu termasuk budaya, dan perkembangan wilayah.

“KAI terus membuka ruang kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, serta pemangku kepentingan untuk mengenal berbagai aset sejarah perkeretaapian Indonesia. Setiap jalur memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari perjalanan dan pembelajaran bersama,” kata Anne.

KAI Explore dikemas melalui rangkaian kegiatan Experience, Explore, dan Express. Peserta mendapatkan pengalaman langsung di lokasi, mengeksplorasi aset serta kawasan sekitar jalur, kemudian membagikan perspektif melalui artikel, foto, dan konten media sosial.

Melalui kegiatan ini, KAI memperkenalkan sejarah jalur Kedungjati–Tuntang. Itu sekaligus mengajak masyarakat melihat potensi kawasan dari sisi heritage, wisata, konektivitas wilayah, serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....