Telkom University dan Pemprov Jabar Tuntaskan Pengabdian di Desa
- 10 Sep 2026 18:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKS) Telkom University bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Barat menuntaskan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar sejumlah daerah di Jawa Barat.
Program yang menerapkan pola hybrid tersebut mencakup kompetisi video kreatif Kabupaten/Kota Sehat (KKS), pendampingan langsung di daerah, hingga pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemanfaatan komunikasi visual dan literasi digital dalam mendukung pelaksanaan Program KKS. Salah satu fokusnya adalah mendorong dokumentasi praktik baik penanggulangan stunting sekaligus memperkuat sembilan tatanan KKS.
Rangkaian program diawali melalui Lomba Video Kreatif KKS yang diikuti 149 karya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan jumlah karya terbanyak, yakni 77 karya.
Proses penjurian akhir berlangsung di Gedung Sate pada Oktober 2025 dengan melibatkan dewan juri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rangkaian kompetisi kemudian ditutup melalui malam penganugerahan di Bale Asri Pusdai Jabar pada November 2025.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Tim pengabdian Telkom University yang diinisiasi Dr. M. Syahriar Sugandi, Dr. Asaas Putra, dan Dr. Amanda Gracia melanjutkan program melalui pendampingan langsung ke sejumlah daerah pemenang dan mitra sasaran.
“Kami memanfaatkan momentum para pemenang dari Cianjur dan Sukabumi untuk melakukan klinik produksi video berbasis smartphone dan Focus Group Discussion (FGD) strategis bersama kader kesehatan. Tujuannya agar praktik baik penanggulangan stunting yang mereka dokumentasikan dapat direplikasi oleh desa lain,” ujar Dr. Asaas Putra, dalam keterangannya, Kamis 10 September 2026.
Tahap berikutnya diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui literasi pemasaran digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Simpang Sari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada 28 Agustus 2026.
Pelatihan menyasar keluarga penerima manfaat bantuan sosial yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha makanan olahan rumahan.
Materi diberikan secara praktis agar dapat langsung diterapkan peserta. Pelatihan dibagi menjadi empat bagian, yakni membangun pola pikir digital, teknik fotografi produk dengan memanfaatkan cahaya matahari, optimalisasi WhatsApp Business, serta penggunaan Instagram, TikTok, dan Canva sebagai sarana promosi.
Dr. Syahriar Sugandi mengatakan keterbatasan peralatan tidak semestinya menjadi alasan bagi pelaku UMKM untuk tidak memanfaatkan kanal digital.
“Banyak pelaku usaha kecil ragu memasarkan produknya secara daring karena merasa tidak punya kamera bagus atau modal besar. Padahal, modal utama berjualan digital bukan peralatan mahal, melainkan konsistensi dan kejujuran dalam menampilkan produk apa adanya,” tegasnya.
Evaluasi terhadap pelaksanaan program menunjukkan respons positif dari peserta. Dari 26 peserta yang memberikan penilaian, sebanyak 69,2 persen menyatakan sangat setuju bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, durasi kegiatan memadai, dan pelayanan panitia berjalan dengan baik.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kerja sama tersebut melibatkan Telkom University, Biro Kesra Pemprov Jawa Barat, TPPKS, Forum Kecamatan, serta masyarakat di wilayah sasaran.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom University, program tersebut sekaligus menunjukkan penerapan keilmuan komunikasi di tengah masyarakat. Kompetensi komunikasi visual dan literasi digital tidak hanya digunakan untuk menghasilkan konten, tetapi juga diarahkan untuk mendukung isu kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....