Learning Camp Perintis Asah Iptek Anak menuju Kampus

  • 25 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Rumah Amal Salman membuka pendaftaran Learning Camp Perintis 2027 periode 24 Juli hingga 27 September 2026 untuk persiapan masuk perguruan tinggi.
  • Program beasiswa ini menargetkan 200.000 pendaftar dari 38 provinsi di Indonesia dengan fokus pada siswa kelas XII SMA/sederajat dan lulusan gap year maksimal dua tahun.
  • Learning Camp Perintis 2027 memperluas jangkauan ke wilayah Papua yang belum terlayani sebelumnya, termasuk Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

RRI.CO.ID, Bandung - Rumah Amal Salman kembali membuka pendaftaran Learning Camp Perintis 2027 mulai 24 Juli hingga 27 September 2026. Program ini merupakan beasiswa pembinaan persiapan masuk perguruan tinggi yang ditujukan bagi siswa kelas XII SMA/sederajat dan lulusan (gap year) maksimal dua tahun.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan sebanyak 200.000 pendaftar yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Learning Camp Perintis juga memperluas jangkauan ke sejumlah wilayah yang sebelumnya belum terlayani, seperti Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Kepala Program Learning Camp Perintis, Sekar Septiani, mengatakan program tahun ini terbuka lebih luas bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi unggulan. Itu baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi lokal di seluruh Indonesia.

"Untuk pendaftaran Learning Camp Perintis dapat dilakukan melalui laman beasiswaperintis.rumahamal.org hingga 27 September 2026. Setelah masa pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi yang akan dilaksanakan di bulan Oktober hingga Desember, disusul dengan pembinaan peserta dari bulan Desember hingga April tahun mendatang," ungkap Sekar kepada RRI, Sabtu 25 Juli 2026.

Salah satu penerima Learning Camp 2026, Aditya Pratama, yang kini menjadi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), mengaku program tersebut menjadi titik balik dalam perjalanannya menuju perguruan tinggi. Ia merasa bersyukur atas itu.

Ia mengatakan Learning Camp memberikan berbagai fasilitas yang mendukung persiapan menghadapi UTBK. Itu mulai dari pendampingan akademik, mentoring, asesmen minat dan bakat bersama psikolog, hingga penguatan motivasi belajar.

"Program Learning Camp menjadi salah satu batu lonjakan terbesar bagi saya. Itu karena saya mendapatkan sesi kelas dan tutor, spiritual morning yang membangun semangat setiap pagi, serta try out yang menjadi tolok ukur kemampuan UTBK saya," ujar Aditya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....