Mahasiswa Polban Rancang Alat Pemantau Sinyal Pendaratan Bandara

  • 14 Jul 2026 12:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Abdullah Iswandi Amir, mahasiswa program studi D4 Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Bandung, sukses membuat alat navigasi penerbangan murah. Perangkat tersebut bernama Portable Localizer Receiver yang berfungsi untuk memonitor parameter sinyal pendaratan horizontal pesawat terbang.

Alat navigasi pendaratan presisi yang di bandara aslinya bernilai ratusan juta rupiah ini berhasil ia buat dengan biaya murah. Abdullah merakit alat pemantau sinyal panduan pendaratan tersebut dengan total biaya produksi hanya sekitar Rp2 juta saja.

Abdullah mendapat ide pembuatan alat ini saat dirinya menjalani program magang di AirNav Bandara Soekarno-Hatta unit navigasi. Di sana ia melihat pentingnya pemantauan sinyal pemancar localizer yang bekerja tanpa henti memandu pendaratan pesawat.

"Alat di bandara berfungsi membaca parameter sinyal untuk membantu pesawat mendarat secara horizontal," kata Abdullah, Selasa 14 Juli 2026.

"Alat buatan saya bekerja hampir sama persis, namun memiliki fitur tambahan berupa telemetri jarak jauh." tambahnya.

Proyek Tugas Akhir yang digarap selama sembilan bulan ini memanfaatkan teknologi Software Defined Radio (SDR) dan komputer mini Orange Pi. Sistem ini mendigitalisasi sinyal pemancar bandara melalui antena dipole untuk diolah secara matematis lewat perangkat lunak GNU Radio.

Hasil analisis data kemudian dapat dipantau langsung melalui layar sentuh, dikirim menggunakan LoRa, atau disimpan ke file Excel. Berkat potensi jurnal ilmiahnya, Abdullah mendapatkan dana bantuan Tugas Akhir dari kampusnya untuk merealisasikan alat tersebut.

Meski berhasil menekan biaya, Abdullah mengakui sistem ini masih memiliki keterbatasan berupa anomali pembacaan data. Hal tersebut terjadi karena sistem masih menggunakan komponen penerima berskala laboratorium yang disesuaikan dengan anggaran terbatas.

Selain itu, perangkat ini baru diuji pada tahap simulasi dan belum diintegrasikan langsung dengan sinyal asli landasan pacu. Abdullah berharap ke depan dapat terus mengembangkan sistem ini menggunakan komponen yang lebih presisi serta sensitif.

Perjuangan Abdullah ini pun berbuah manis dengan adanya peluang rekomendasi bekerja untuk dirinya di AirNav setelah lulus nanti. Inovasi teknologi yang berhasil ia selesaikan ini diharapkan mampu menginspirasi lahirnya karya-karya lain dari generasi muda Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....