Prof. Enok: Pengetahuan dan Perilaku Mitigasi Bencana Harus Terintegrasi

  • 30 Jun 2026 21:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung terus memperkuat literasi kebencanaan bagi masyarakat di Desa Cihanjuangrahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya yang berkaitan dengan Sesar Lembang.

Ketua Tim PPM UPI Bandung, Prof. Dr. Enok Maryani, M.S., menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai potensi bencana, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk bertindak secara tepat saat bencana terjadi.

"Kami ingin lebih mencerdaskan masyarakat di Desa Cihanjuangrahayu terhadap berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi. Saya menggunakan istilah literasi karena literasi tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk mengatasi situasi dan menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Artinya, pengetahuan dan perilaku harus terintegrasi," ujar Prof. Enok, Selasa 30 Juni 2026.

Menurutnya, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), warga tidak hanya diberikan edukasi mengenai Sesar Lembang, tetapi juga dibekali keterampilan menghadapi kondisi darurat, mulai dari memahami jalur evakuasi hingga mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri dan keluarga ketika terjadi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, empat narasumber yang merupakan dosen Program Studi Geografi UPI Bandung memaparkan berbagai materi mengenai mitigasi bencana. Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemetaan jalur evakuasi dan alternatif lokasi penyelamatan yang dapat dijangkau dengan relatif mudah dalam waktu yang terbatas apabila terjadi gempa bumi atau bencana lainnya.

Prof. Enok menegaskan bahwa edukasi yang diberikan bukan untuk menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, melainkan membangun budaya kesiapsiagaan.

"Kami tidak ingin membuat masyarakat khawatir, yang kami dorong adalah kesiapsiagaan. Desa Cihanjuangrahayu di Kecamatan Parongpong merupakan daerah zona merah dengan tingkat kerawanan yang sangat tinggi," jelasnya.

"Namun, melalui edukasi yang dipahami masyarakat, mereka tidak akan panik secara berlebihan. Sebaliknya, mereka mampu melakukan langkah-langkah mitigasi yang dapat menyelamatkan diri dan keluarganya. Itu yang menjadi tujuan utama kami," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tim PPM sengaja menghadirkan narasumber dari generasi dosen dengan latar belakang keilmuan yang beragam agar materi yang disampaikan lebih segar, relevan, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

"Saya sebagai koordinator PPM sengaja menampilkan generasi dosen dengan latar belakang keilmuan yang berbeda sehingga perspektif yang diberikan lebih beragam dan fresh. Mereka aktif melakukan berbagai penelitian di bidang geografi," beber Prof. Enok.

Mahasiswa Program Studi Geografi UPI juga dilibatkan, agar hasil penelitian dan pengalaman akademik mereka dapat diimplementasikan langsung kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim PPM UPI Bandung berharap literasi kebencanaan masyarakat Desa Cihanjuangrahayu semakin meningkat sehingga warga mampu mengenali potensi risiko, memahami langkah mitigasi, serta memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi bencana di kawasan yang berada dekat dengan Sesar Lembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....