Wireless Charging Praktis,tapi Lebih Boros Energi

  • 25 Jun 2026 14:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Teknologi pengisian daya nirkabel semakin banyak digunakan pada berbagai perangkat elektronik modern. Kemudahan penggunaan menjadi alasan utama konsumen memilih metode pengisian tanpa kabel tersebut.

Pengguna cukup meletakkan perangkat di atas bantalan pengisi daya tanpa menyambungkan kabel. Cara ini dinilai lebih praktis dibandingkan memasang konektor pengisian secara manual setiap kali.

Di balik kenyamanan tersebut, pengisian nirkabel memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah. Proses pengisian membutuhkan energi lebih besar dibandingkan metode pengisian menggunakan kabel langsung.

Dilansir dari Engadget pada Kamis 25 Juni 2026, sejumlah penelitian menunjukkan pengisian nirkabel dapat mengonsumsi energi puluhan persen lebih tinggi. Sebagian energi hilang selama proses transfer daya dan berubah menjadi panas.

Perbedaan konsumsi energi memang terlihat kecil pada penggunaan satu perangkat saja. Namun dampaknya menjadi signifikan ketika diterapkan oleh jutaan pengguna smartphone di seluruh dunia.

Selain pemborosan energi, panas berlebih juga berpotensi memengaruhi kesehatan baterai perangkat. Meski perangkat modern memiliki sistem perlindungan, suhu tinggi tetap dapat mempercepat degradasi baterai.

Para ahli menilai teknologi pengisian nirkabel terus mengalami peningkatan efisiensi dari waktu ke waktu. Meski demikian, pengisian menggunakan kabel diperkirakan tetap menjadi metode paling hemat energi sampai saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....