Farhan: Proses Pengelolaan Baru Bandung Zoo Terus Berlanjut
- 11 Jun 2026 14:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan proses transisi pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berjalan setelah ditetapkannya pemenang seleksi pengelola baru. Saat ini, tahapan yang sedang berlangsung adalah pembahasan poin-poin dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara para pihak terkait.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pembahasan PKS diperkirakan berlangsung selama dua hari sebelum seluruh keputusan teknis ditetapkan. Menurutnya, hasil seleksi pengelola telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan.
"Saat ini Bandung Zoo sudah ada pemenangnya. Kami sedang melakukan pembicaraan selama dua hari terkait poin-poin dalam Perjanjian Kerja Sama. Saya juga sudah berbicara langsung dengan Menteri Kehutanan dan kami bersepakat untuk mengikuti keputusan panitia lelang," ujar Farhan, Kamis 11 Juni 2026.
Farhan menjelaskan, setelah penetapan pengelola baru, masih terdapat sejumlah tahapan administrasi dan perizinan yang harus diselesaikan sebelum operasional Bandung Zoo dapat berjalan secara penuh. Salah satunya adalah pengajuan izin operasional khusus sebagai Lembaga Konservasi Berbadan Hukum kepada Kementerian Kehutanan.
Selain itu, pengelola baru, yakni Faunaland, juga harus mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang melibatkan Pemerintah Kota Bandung serta Kementerian Lingkungan Hidup.
"Selanjutnya akan ada proses yang cukup panjang untuk pengajuan izin operasional khusus Lembaga Konservasi Berbadan Hukum dari Kementerian Kehutanan kepada Faunaland di Kota Bandung. Kemudian juga izin AMDAL dari Pemerintah Kota Bandung dengan sepengetahuan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Faunaland," katanya.
Menurut Farhan, proses perizinan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Selama proses berlangsung, pemerintah bersama pihak terkait akan mengevaluasi berbagai kemungkinan terkait operasional kebun binatang, termasuk apakah Bandung Zoo tetap harus ditutup sementara atau dapat dibuka secara bertahap untuk masyarakat.
"Nah, prosesnya berlangsung lumayan lama. Selama proses itu berlangsung, kita akan mencari berbagai macam kemungkinan, apakah tetap harus ditutup ataukah sudah boleh mulai dibuka," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung bersama Kementerian Kehutanan juga akan melakukan inventarisasi terhadap satwa yang saat ini berada di Bandung Zoo. Langkah tersebut penting dilakukan karena sebagian satwa berstatus titipan dari lembaga konservasi lain yang memerlukan pengawasan dan audit khusus.
"Pada saat bersamaan, kita akan menginventarisir beberapa satwa yang statusnya masih titipan dari lembaga konservasi lain. Auditnya juga akan dibantu oleh Kementerian Kehutanan," katanya.
Terkait alasan Faunaland memperoleh hak pengelolaan Bandung Zoo, Farhan menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan. Ia menyebut seluruh peserta lelang hadir dalam proses penilaian serta telah menandatangani berita acara hasil seleksi.
"Kalau soal penilaian sebetulnya yang menjawab adalah ketua panitia lelang. Tetapi kalau melihat dokumen yang terbuka, memang skornya yang paling tinggi. Lelang ini terbuka, semua peserta hadir dan sudah menandatangani berita acara," ujarnya.
Farhan menambahkan, dalam beberapa hari ke depan pembahasan akan berlangsung secara intensif. Bahkan dirinya dijadwalkan kembali bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan untuk membahas sejumlah aspek teknis yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan Bandung Zoo.
"Pembicaraannya akan sangat intens. Saya juga akan kembali ke Jakarta untuk bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan guna membicarakan hal-hal teknis mengenai pengelolaan lahan tersebut," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....