BRIN Panen Perdana, Hasil Riset Empat Benih Varietas Padi Unggul
- 03 Mei 2026 22:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Panen Benih Varietas Padi Unggul BRIN, yang berlangsung di areal pertanian CV. Fiona Benih Mandiri-Pusakajaya, Minggu 3 Mei 2026. Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari Kerjasama antara BRIN dengan CV. Fiona Benih Mandiri dalam pengembangan Benih yang terdiri dari empat Varietas, yakni Tropiko, Bestari, Inpari Sidenuk, dan Sinar.
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Puji Lestari, varietas benih padi bersertifikat (kuning, putih, ungu, biru) menunjukkan tingkat kemurnian, dan tahapan perbanyakan benih. Label kuning (Breeder Seed) adalah yang tertinggi kemurniannya, disusul putih (Foundation Seed), ungu (Stock Seed), dan biru (Certified Seed) yang paling umum digunakan petani, untuk produksi termasuk empat varietas Tropiko, Bestari, Inpari Sidenuk, dan Sinar.
"Yang kita panen hari ini adalah, benih penjenis label kuning, yang nanti diharapkan bisa lanjut menjadi label putih, label Ungu sampai biru," terang Puji Lestari.
Dia menegaskan, untuk bisa menjaga dan mendeteksi kemurnian benih, diperlukan alternatif varietas yang bisa ditanam oleh petani, dengan keunggulannya masing-masing, yang sesuai dengan deskripsi yang telah dihasilkan.
Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati menjelaskan, empat varietas ini sudah dilepas. Dan petani bisa membelinya di setiap toko pertanian terdekat. “Yang artinya mempunyai keunggulan, untuk meyakinkan petani itu butuh waktu, tidak hanya dari produktivitas, tapi sampai rasa, dan juga ke konsistensi produksi, serta kemunculan elemennya,” jelas Puji.
Dengan bangga, Puji Lestari menyampaikan, observasi lapangan akan semakin memperluas khazanah penelitian, hingga mampu mendorong secara umum peningkatan produktivitas. Dengan kerjasama ini, dapat menambah khazanan pembenihan, sehingga para petani bisa memilih varietas padi, sesuai dengan keinginannya.
"kami juga senang ini memperkaya khazanah perbenihan, kita ada opsi-opsi, ada pilihan-pilihan bagi petani, dan kita mengetahui bahwa Pak Presiden memerintahkan kita, untuk menjaga badan pangan, dan terus berupaya swasembada ini, tentu saja produksinya harus tinggi," tegasnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia saat ini adalah Prof. Dr. Arif Satria menyampaikan, BRIN terus berupaya melakukan riset, guna melahirkan varietas unggul, dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dr. Arif Satria mengungkapkan, riset yang dilakukan, hingga dilakukan uji coba sampai tahap praktik pengelolan terbaik (PPT), agar dipahami oleh para petani, ketika sudah mulai disebar luaskan.
"Jadi memang problem di Indonesia, salah satunya adalah sekarang itu, bagaimana agar varietas-fase unggulnya diriset oleh kampus, yang dihasilkan oleh BRIN ini, bisa segera masuk ke pasar, dan masuk di sawah-sawah petani. Karena tugas kami bukan melakukan produksi, tugas kami adalah melakukan riset, dan kemudian melakukan uji coba, ya hingga sampai muncul praktik pengelolaan terbaik (PPT) tanaman ya," Prof Arief.
Prof. Arif Satria, mengungkapkan, beberapa varietas sebenarnya bukan varietas yang sangat baru, ini varietas yang memang sudah ada ditengah riset yang terus dilakukan, dalam menjawab tantangan Smart Farming, sehingga mekanisasi sangat diperlukan secara masif, dan didorong dengan teknologi dari karya anak bangsa, yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Namun dalam faktanya, keberhasilan varietas benih tentu dipengaruhi berbagai faktor, dari teknik budidaya hingga merawat kesehatan tanah, yang akan ditanami benih unggul.
"KIta harus bisa mandiri dalam pertanian ini, dari mulai benih, pupuk, alsintan, karena alsintan tadi sangat penting di era Digital Smart Farming. Varietas Unggul benar-benar Unggul maka ekosistem kita harus kondusif, setelah teknik budidaya, pengairan, masalah kesehatan tanah ya itu semua itu sangat berpengaruh," jelasnya.
Dia menekankan, kemajuan pertanian bukan ditentukan dari kecanggihan teknologi pertaniannya, namun seberapa besar kesiapan kita dalam beradaptasi di tengah perubahan pertanian yang ada. "Jadi, bisa mewujudkan kemajuan pertanian di Indonesia dari sisi padi tersebut unggul, teknik yang lebih unggul, kemudian kemampuan kita beradaptasi terhadap perubahan," pungkasnya.
Kegiatan selanjutnya, dilangsungkan pemanenan dari empat varietas unggul, serta seluruh tim melakukan kunjungan kepada Kampung Inovasi IPB, yang ada di wilayah Kecamatan Compreng
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....