Sekolah Rakyat Rintisan Garut Usung Konsep Media Interaktif
- 27 Apr 2026 21:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Proses belajar - mengajar interaksi antara guru dengan muridnya disalah satu ruang kelas pagi itu terdengar cukup riuh dan aktif, Salah seorang siswa SMP Sekolah Rakyat Rintisan Terintegrasi (SRT) -39 di Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Indri Adelia Putri mengaku cukup senang bisa bergabung di sekolah berkonsep "boarding School" tersebut." Sekolah disini cukup seru, menarik, dan pelajarannya gampang dipahami, selain itu berasa punya keluarga, karena banyak teman yang bisa diajak ngobrol,"katanya, di Garut, Senin, 27 April 2026.
Ia mengatakan, sekolah di SR, sangat berbeda dengan sekolah pada umumnya, termasuk perlakuan guru-gurunya yang lebih aktif, bersahabat, dan cukup menyenangkan." Cara guru menyampaikan materi pelajarannya mudah dimengerti dan interaktif, apalagi didukung oleh fasilitas kegiatan belajar mengajar yang cukup memadai,"tuturnya.
Sementara itu, Salah seorang staf pengajar di sekolah setempat Yulistina mengatakan, metode pembelajaran yang diterapkan lebih kepada konsep bermain dan menggunakan interaktif dan menggunakan media interaktif, sehingga proses belajar mengajarnya lebih menyenangkan dan tidak monoton." Dengan konsep media interaktif ini, siswa jadi lebih fokus pada pembelajaran dan tidak cepat bosan, serta mudah dihapal,"katanya.
Ia menyampaikan, konsep pembelajaran dengan menggunakan media interaktif dipastikan sudah sesuai kurikulum Sekolah Rakyat." Kalau mengajar di sekolah rakyat ini harus menggunakan media interaktif, dengan tujuan untuk memotivasi siswa. Dan hal itu terbukti, siswa lebih antusias dan interaktif, dan tentunya mudah dipahami,"ujarnya.
Dibagian lain, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Garut, Andi Yasir Habibi mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar berkonsep sekolah berasrama tersebut sebanyak 75 orang, 25 orang untuk jenjang Sekolah Dasar, dan 50 orang siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP)." Seluruh siswa memiliki latar belakang dari keluarga yang tidak mampu, dan merupakan hasil seleksi melalui proses desil 1 katagori (sangat miskin) dan desil 2 (miskin) yang dilakukan oleh Dinas Sosial kepanjangan tangan dari Kementrian Sosial RI." Ujarnya.
Ia mengatakan, konsep SRT ini tidak menerima pendaftaran siswa tetapi sifatnya penjemputan siswa sesuai kriteria yang ditentukan oleh pemerintah.Ia menyampaikan, tujuan dari SRT ini adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan jalur pendidikan." Siswa-siswi yang belajar di SR ini dibekali dengan berbagai keterampilan, dengan harapan setelah menempuh proses pembelajaran di SR ini, siswa bisa lebih mandiri,"ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk menunjang proses belajar mengajar, SRT ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, diantaranya setiap ruang kelas dilengkapi dengan "Smart Board" dan masing-masing siswa diberikan hak guna pakai laptop." Selain seluruh siswa tinggal di asrama, kami juga memberikan fasilitas kebutuhan pribadi siswa dari mulai kelengkapan seragam dan fasilitas lainnya,"tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....