PLN Dukung Inovasi EV Siswa SMKN 8 untuk Distribusi MBG

  • 14 Apr 2026 18:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - SMKN 8 Bandung menghadirkan terobosan dalam pelaksanaan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan kendaraan listrik buatan siswa sendiri. Inovasi tersebut diwujudkan melalui prototipe EV Micro Cargo yang digunakan untuk mendistribusikan makanan ke setiap kelas di lingkungan sekolah.

Ketua Konsentrasi Subkeahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 8 Bandung, Edwin Hadiyanto, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dirancang khusus untuk mendukung kelancaran distribusi MBG dari SPPG sekolah. “EV Micro Cargo ini dibangun untuk pendistribusian MBG di lingkungan sekolah dengan biaya sekitar Rp60 juta dan mampu mengangkut hingga 100 porsi,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

Ia menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di sekolah tersebut bukan hal baru. Sejak 2022, siswa telah melakukan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Berbagai prototipe telah dihasilkan, mulai dari motor listrik konversi dengan biaya sekitar Rp17 juta hingga motor listrik tipe sport dengan kisaran Rp40–50 juta.

Dukungan terhadap inovasi ini datang dari PLN melalui Unit Induk Distribusi Jawa Barat. General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menilai program tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor kendaraan listrik.

“SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik,” katanya.

PLN UID Jawa Barat memberikan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana, penyelarasan kurikulum, peningkatan kapasitas guru dan siswa, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).

Implementasi program ini turut menghadirkan fasilitas baru seperti kelas kendaraan listrik (EV Class) dan bengkel praktik TEFA 8 Motor. Proses pembelajaran dirancang lebih aplikatif dengan jadwal praktik rutin setiap pekan.

Sebanyak 16 guru dan 165 siswa telah mengikuti pelatihan langsung dari praktisi industri, dilengkapi dengan metode evaluasi serta sertifikasi kompetensi. Program ini juga diperluas ke sekolah jejaring dengan melibatkan tambahan 8 guru dan 16 siswa.

Selain itu, PLN turut mendukung pengadaan prototipe motor listrik hasil konversi serta pengembangan EV Micro Cargo yang kini dimanfaatkan untuk distribusi MBG sekaligus sebagai media pembelajaran langsung.

Transformasi pembelajaran di SMKN 8 Bandung mulai menunjukkan hasil. Tercatat 181 siswa telah memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, sementara 24 guru dinilai telah mampu mengajarkan materi tersebut secara mandiri.

Dengan fasilitas yang ada, sekolah ini juga dinilai siap mengajukan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....