Evaluasi MBG Cikalongwetan Diperkuat, Monitoring Jadi Kunci Perbaikan

  • 14 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongwetan terus diperkuat melalui evaluasi berkala yang menitikberatkan pada pengawasan langsung di lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan teknis di tingkat pelaksana.

Dalam rapat evaluasi terbaru, unsur pemerintah, TNI, serta pelaksana program sepakat bahwa pendekatan berbasis kondisi riil menjadi faktor utama dalam peningkatan kualitas MBG. Monitoring langsung dinilai mampu memberikan gambaran utuh terhadap pelaksanaan program, termasuk kendala yang tidak selalu terdeteksi melalui laporan administratif.

Danramil Cikalongwetan, Kapten Inf Yudi Komar, menegaskan bahwa keterlibatan aktif para pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Ia menilai, turun langsung ke lapangan merupakan langkah strategis agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Pendekatan langsung penting agar kita tidak hanya bergantung pada laporan, tetapi memahami kondisi sebenarnya sehingga penanganan bisa lebih tepat. Kompleksitas program MBG yang melibatkan banyak pihak menuntut adanya koordinasi lintas sektor yang solid dan setiap persoalan yang muncul perlu segera dibahas bersama dalam forum koordinasi agar tidak berkembang menjadi kendala yang berlarut-larut,” kata Danramil, Selasa 14 April 2026.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Cikalongwetan, Abdilah Abdi Natanegara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program didukung oleh berbagai sumber pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia di tingkat pelaksana.

Dalam pelaksanaannya, program MBG dijalankan secara bertahap, mulai dari fase awal selama 45 hari, dilanjutkan 90 hari, hingga keseluruhan proses yang dapat berlangsung selama empat hingga lima bulan. Tahapan ini memerlukan konsistensi serta kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat.

Evaluasi juga diperkuat dengan hasil survei kepuasan masyarakat yang melibatkan 316 responden dari 13 desa. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang beragam, terutama pada aspek rasa makanan. Sebanyak 48 persen responden menyatakan cukup puas, 14 persen sangat puas, sementara 29,8 persen masih merasa kurang puas.

“Program ini sudah memberikan dampak positif, tetapi masih perlu peningkatan terutama pada variasi menu dan kualitas layanan,” kata Abdilah.

Selain survei, evaluasi juga dilakukan melalui pengukuran antropometri sejak Agustus 2025 untuk melihat dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan peserta didik. Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengaruh program terhadap kehadiran serta konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Rapat evaluasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG, baik melalui penguatan koordinasi, peningkatan pengawasan, maupun tindak lanjut atas masukan masyarakat.

Ke depan, program MBG diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak lebih signifikan terhadap peningkatan gizi dan kualitas pendidikan generasi muda di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....