ITB dan BRIN Kolaborasi Iptek, Industri Peternakan Berkelanjutan
- 30 Mar 2026 14:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. menggelar pertemuan. Yaitu untuk mendiskusikan kolaborasi dan penyelesaian masalah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, di akhir Maret 2026 ini.
Pada kesempatan tersebut juga didiskusikan tentang potensi kerja sama dalam bidang lainnya seperti Teknologi Nuklir, Teknologi Dirgantara dan Antariksa, serta Energi dan Kesehatan. Selanjutnya, potensi kerja sama berkelanjutan dalam program Doktor Riset dan program Post Doktoral.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. beserta sejumlah dosen menghadiri International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Yaitu yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, 27–28 Maret 2026.
Kegiatan yang dihadiri ilmuwan, pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan mitra internasional dari 33 negara ini memperkuat kolaborasi global. Yaitu untuk mendorong transformasi industri peternakan berkelanjutan berbasis sains.
Dalam kegiatan ini, Rektor ITB didampingi sejumlah dosen. Yaitu Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA), Prof. Dr.rer.nat. apt. Sophi Damayanti, S.Si., M.Si. (Sekolah Farmasi/SF), Anriansyah Renggaman, M.Sc., Ph.D. (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati/SITH), serta Ir. Neil Priharto, S.Si., M.T., Ph.D. (SITH)
Pihak dari ITB pun berinteraksi dengan berbagai pihak dalam acara tersebut. Diamantaranya dengan Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. dan Assistant Director-General and Chief Veterinarian sekaligus Director of the Animal Production and Health Division FAO, Thanawat Tiensin terkait transformasi sektor peternakan.
"Tujuan utama peternakan ramah lingkungan adalah mengurangi dampak ekologis. Yaitu dari produksi ternak, meningkatkan efisiensi dan ketahanan pangan jangka panjang, serta menjamin kesejahteraan dan kesehatan ternak tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," ungkap Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Senin 30 Maret 2026
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....