Pemkot Bandung Targetkan Pengelola Baru Kebun Binatang Terbentuk dalam Sebulan

  • 30 Mar 2026 14:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo harus sudah terbentuk dalam waktu satu bulan ke depan. Target tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung kepada Kementerian Kehutanan.

‎Farhan menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mulai membuka proses seleksi terbuka bagi calon pengelola baru. Pemerintah kota akan mengundang berbagai lembaga konservasi berbadan hukum yang memiliki kompetensi dan minat untuk terlibat dalam kerja sama pengelolaan kebun binatang tersebut.

‎“Dalam minggu ini, saya akan mengumumkan syarat-syaratnya sekaligus mengundang lembaga-lembaga konservasi yang berminat menjadi pihak ketiga dalam kerja sama pemanfaatan,” ujar Farhan, Senin 30 Maret 2026.


‎Meski nilai kontrak kerja sama belum dapat dipublikasikan, Farhan memastikan proses pemilihan pengelola baru akan diselesaikan tepat waktu. Ia menegaskan, percepatan ini dilakukan untuk memenuhi janji pemerintah daerah kepada Menteri Kehutanan.

‎“Harus selesai. Ini bagian dari komitmen kita, jadi tidak bisa ditunda,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Farhan mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, potensi pendapatan Bandung Zoo dapat mencapai sekitar Rp26 miliar per tahun. Angka tersebut terutama berasal dari sektor penjualan tiket dan potensi pengembangan wisata edukasi.

‎Dengan potensi tersebut, pemerintah berharap pengelolaan baru nantinya mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga fungsi konservasi satwa.

‎Dalam proses seleksi, Farhan menekankan tiga syarat utama yang wajib dipenuhi calon pengelola. Pertama, mempertahankan tenaga kerja atau pegawai lama sebagai bentuk keberlanjutan operasional. Kedua, menjaga nilai budaya dan sejarah kesundaan yang melekat pada kebun binatang tersebut. Ketiga, memberikan penghargaan kepada keluarga Bratakusumah yang dinilai berjasa dalam pendirian kembali kebun binatang tersebut.

‎Menurutnya, ketiga aspek tersebut penting agar pengelolaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan sejarah.

‎“Dalam sebulan ini, insya Allah semua proses selesai. Memang waktunya cukup mepet, tapi kita optimistis bisa mengejar target,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....