Bulu Berbasis Tanaman Siap Gantikan Bahan Hewani

  • 27 Mar 2026 19:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Perusahaan fashion-tech BioFluff menghadirkan inovasi baru berupa bulu sintetis berbahan dasar tanaman sebagai alternatif bahan berbulu dari hewan maupun plastik. Material yang dinamai Savian ini dikembangkan dari serat alami seperti rami, flax, dan jelatang, serta diklaim sebagai material berbulu berbasis tanaman pertama tanpa kandungan plastik.

Dilansir dari NY Times Jumat 27 Maret 2026, inovasi ini muncul dari kekhawatiran terhadap dampak lingkungan industri fashion. Selain isu kesejahteraan hewan, bahan berbulu sintetis konvensional umumnya dibuat dari poliester dan akrilik yang sulit terurai.

BioFluff menawarkan solusi dengan material yang dapat terurai dalam beberapa tahun, bahkan bisa dikomposkan dalam waktu sekitar 12 minggu di fasilitas industri.

Savian pertama kali diperkenalkan pada 2023 dalam ajang COP28 melalui kolaborasi dengan desainer Stella McCartney. Sejak itu, material ini mulai digunakan oleh sejumlah brand fashion dalam koleksi runway, termasuk di New York dan Paris Fashion Week 2026.

Dari sisi produksi, BioFluff memanfaatkan mesin tekstil yang dimodifikasi di pabrik Italia untuk menciptakan tekstur menyerupai bulu alami. Namun, perusahaan menekankan bahwa produk mereka tidak harus selalu meniru bahan hewani, melainkan bisa menjadi material baru dengan identitas sendiri.

Meski mendapat perhatian di industri fashion, tantangan tetap ada, terutama dari sisi harga dan skala produksi. Para ahli menilai dampaknya terhadap lingkungan akan signifikan jika material ini dapat diproduksi lebih luas dan terjangkau.

Kehadiran material berbulu berbasis tanaman ini menjadi bagian dari pergeseran besar di industri fashion global, yang semakin meninggalkan penggunaan bahan hewani dan beralih ke material yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....