Inovasi Teknologi Pertanian ITB Diganjar Penghargaan dari Presiden
- 09 Jan 2026 22:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Alumnus Teknik Mesin Angkatan 89 Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Sunarto, menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusi signifikan dalam pengembangan pertanian nasional. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden dalam rangka Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, kemarin.
Heri Sunarto dikenal luas sebagai petani inovatif yang berhasil menerapkan prinsip pertanian terpadu berbasis zero waste pada lahan yang sebelumnya kurang produktif. Ia memadukan berbagai komponen agrikultur seperti tanaman pangan, hortikultura, ternak, dan perikanan dalam satu sistem pertanian terpadu sehingga menghasilkan produksi yang efisien dan ramah lingkungan sekaligus. Seperti juga dilansri laman resmi ITB, Jumat 9 Januari 2026
Kiprah Heri juga dikaitkan dengan upaya integrated farming dalam konteks urban farming, yakni sebuah pendekatan pertanian di lahan sempit yang makin penting di tengah tantangan krisis lahan. Dalam konteks tersebut, pendekatan yang dikembangkan Heri Sunarto juga sejalan dengan berbagai kajian ketahanan pangan yang melibatkan akademisi dan praktisi pertanian, yang digagas oleh institusi pendidikan, termasuk ITB.
Pendekatan yang dikembangkan Heri selaras dengan semangat ketahanan pangan nasional melalui inovasi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi penggunaan sumber daya. Pola seperti ini dianggap sebagai salah satu solusi nyata demi menjaga pasokan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan dan keterbatasan lahan pertanian.
Inovasi yang dilakukan oleh Heri, untuk memberikan solusi dari berbagai permasalahan pertanian, selain dari keilmuan yang didapatkan dari teknik mesin, juga Heri menggunakan pendekatan dari farmasi dan mikrobiologi. Maka dengan menggunakan mikroba mikroorganisme pakan ikan itu, penggunaan pupuk jadi ramah lingkungan.
Heri mencontohkan solusi yang ia kembangkan melalui konsep vertical farming terpadu. Pada bagian paling atas, lahan dimanfaatkan untuk menanam komoditas hortikultura seperti cabai dan jahe. Di bagian bawahnya dibangun kandang ayam, sementara kotoran ayam ditampung di lapisan paling bawah untuk dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai pakan unggas dan ikan.
Limbah tersebut juga diolah melalui kolam mina yang berfungsi sebagai “pabrik pupuk organik”, dengan bahan baku, tenaga kerja, dan proses yang tersedia secara alami serta bekerja sepanjang waktu secara efektif. Melalui inovasi ini, Heri berhasil menciptakan sistem pertanian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pengembangan pertanian dan perkebunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....