Garuda Merah-Putih II Pasukan TNI Kemanusiaan di Gaza

  • 16 Sep 2025 13:47 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Satuan elit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan sisi lain kekuatan militer. Melalui Satgas Garuda Merah Putih II, Indonesia mengirimkan pasukan terpilih ke Gaza sejak 17 Agustus 2025 untuk menjalankan misi distribusi bantuan makanan bagi warga sipil yang terdampak serangan Israel.

Misi ini bukan sekadar pengiriman logistik. Ini adalah bentuk nyata dari peran strategis Indonesia dalam diplomasi global, membawa harapan dan solidaritas bagi rakyat Palestina melalui kekuatan militer yang PRIMA, profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Sebanyak 88 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Garuda Merah Putih II bukan pasukan biasa. Mereka merupakan gabungan dari kru penerbang dan tim teknis pendukung dari Skadron Udara 31 TNI AU, yang terlatih dalam operasi udara dan distribusi logistik di zona rawan konflik.

Baca juga:KNPI: Resolusi PBB untuk Palestina Cerminkan Spirit KAA

Menggunakan tiga pesawat Hercules C-130J, para prajurit ini telah melakukan serangkaian operasi airdrop bantuan logistik dari pangkalan aju di Yordania dan Mesir. Hingga 9 September 2025, total bantuan yang berhasil dijatuhkan mencapai 91,4 ton atau sekitar 520 bundel makanan dan kebutuhan darurat lainnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa pengiriman pasukan ini merupakan implementasi dari operasi militer selain perang (OMSP) dan amanat konstitusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia.

“Ini bukan hanya soal logistik, ini adalah misi menyelamatkan nyawa dan membangun kepercayaan di tengah kehancuran,” ujar Panglima dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Dalam penugasan akhirnya, TNI juga menghibahkan 1.286 unit payung udara dan 40 bundel logistik kepada pemerintah Mesir serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di East Cairo Airbase. Penyerahan dilakukan dengan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Atase Pertahanan RI, serta jajaran militer Mesir.

“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir untuk kemanusiaan. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan kita terhadap nilai-nilai universal,” tegas Panglima TNI.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Satgas dijadwalkan kembali ke Tanah Air menggunakan tiga pesawat Hercules AU: A-1344, A-1343, dan A-1339. Mereka akan menempuh rute Kairo–Abu Dhabi–Chennai–Banda Aceh sebelum mendarat di Jakarta pada 13 September 2025.

Kehadiran pasukan Garuda Merah Putih II di langit Gaza menjadi bukti bahwa kekuatan militer Indonesia tak hanya diukur dari persenjataan, tapi juga dari kemampuan memberi harapan dan melindungi nilai-nilai kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....