KNPI: Resolusi PBB untuk Palestina Cerminkan Spirit KAA

  • 15 Sep 2025 16:23 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Dukungan 142 negara terhadap Resolusi Kemerdekaan Palestina dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai bukan sekadar kemenangan simbolik. Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Tantan Taufik Lubis, menyebutnya sebagai manifestasi modern dari semangat Konferensi Asia Afrika 1955 yang kini berevolusi menjadi kekuatan moral global.

Menurut Tantan, solidaritas Asia-Afrika yang lahir di Bandung hampir tujuh dekade silam tidak hanya bertahan, tetapi telah berkembang menjadi koalisi internasional yang tangguh. “Apa yang dulu dimulai sebagai persaudaraan antar bangsa yang baru merdeka, kini telah menjadi suara lantang melawan ketidakadilan global, dengan isu Palestina sebagai ujian utamanya,” ujarnya.

Tantan menegaskan bahwa Resolusi PBB dan Deklarasi New York 2025 merupakan implementasi nyata dari prinsip-prinsip Dasasila Bandung. Nilai-nilai seperti penghormatan terhadap kemanusiaan, kedaulatan, dan penolakan terhadap kolonialisme menjadi DNA gerakan solidaritas Asia-Afrika yang kini meluas ke Amerika Latin, Karibia, bahkan Eropa.

“Negara-negara seperti Brasil, Argentina, Kolombia, dan Chili melihat perjuangan Palestina sebagai cerminan sejarah mereka sendiri. Bahkan Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Slovenia telah mengambil langkah progresif dalam pengakuan terhadap negara Palestina,” tambah Tantan, yang juga merupakan pendiri Asian African Youth Government Senin (15/9/2025).

KNPI menilai bahwa dukungan global terhadap Palestina menandai restrukturisasi fundamental dalam arsitektur diplomasi internasional. Tatanan dunia pasca-Perang Dunia II yang didominasi oleh hegemoni Barat kini mengalami pergeseran menuju lanskap yang lebih pragmatis dan kompetitif.

“Keputusan Majelis Umum PBB dan Deklarasi New York adalah pernyataan politik global yang kuat. Ini bisa menjadi titik balik paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir untuk perdamaian di Timur Tengah,” tegasnya.

Baca juga: Cecep Arif Rahman Panggungkan Pencak Silat di Kazakhstan

Meski dukungan internasional semakin menguat, KNPI mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Beberapa tantangan utama antara lain:

- Hak Veto Dewan Keamanan PBB: Amerika Serikat secara konsisten memblokir langkah-langkah yang dianggap bertentangan dengan kepentingan Israel.

- Fragmentasi Politik Internal Palestina: Perpecahan antara Fatah dan Hamas melemahkan posisi tawar Palestina. KNPI menyerukan persatuan sebagai syarat mutlak untuk negosiasi efektif.

- Kebijakan Pemerintah Israel: Pemerintahan koalisi saat ini dinilai sebagai yang paling kanan dalam sejarah Israel, dengan ekspansi pemukiman yang terus berlanjut.

- Isu Keamanan dan Kepercayaan: Membangun kepercayaan setelah puluhan tahun konflik menjadi tantangan besar bagi kedua pihak.

KNPI menegaskan bahwa semangat Dasasila Bandung tidak punah, melainkan berevolusi menjadi gerakan solidaritas global yang lebih inklusif dan strategis. “Koalisi ini mungkin tidak memiliki kekuatan militer atau ekonomi terbesar, tetapi memiliki legitimasi dan suara bersama yang menjadi aset paling berharga dalam diplomasi,” pungkas Tantan.

Dukungan terhadap Palestina kini menjadi agenda kemanusiaan universal. Warisan Konferensi Bandung terus hidup, menginspirasi bangsa-bangsa untuk bersatu membela yang tertindas, melampaui batas benua dan ideologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....