Cecep Arif Rahman Panggungkan Pencak Silat di Kazakhstan
- 27 Agt 2025 20:53 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Sehari setelah suksesnya penyelenggaraan ASEAN Summer Festival, KBRI Astana kembali menghadirkan rangkaian promosi budaya melalui Workshop Pencak Silat yang digelar di Pusat Budaya Indonesia, Astana pada Minggu 24 Agustus 2025 lalu. Acara ini diselenggarakan berkat kolaborasi KBRI Astana dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bagian dari perayaan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus 32 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kazakhstan.
Workshop ini dipimpin oleh Kang Cecep Arif Rahman, seniman, pesilat, sekaligus aktor internasional, yang diikuti lebih dari 150 peserta, mulai dari anak berusia 6 tahun hingga peserta berusia 84 tahun. Keikutsertaan lintas generasi tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat Kazakhstan untuk mengenal lebih dekat seni bela diri tradisional Indonesia.
Acara ini turut dihadiri beberapa tokoh penting, antara lain Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, Sekretaris Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Insan Abdirrohman, serta Wakil Presiden Asosiasi Pencak Silat Republik Kazakhstan, Saken Nariman.
Dalam sambutannya, Dubes Fadjroel menekankan bahwa pencak silat tidak hanya seni bela diri. Melainkan juga simbol nilai budaya Indonesia yang menjunjung sportivitas, persahabatan, dan perdamaian.
Baca juga : Festival ASEAN di Astana Angkat Budaya Indonesia
"Pencak silat tidak hanya seni bela diri. Namun juga simbol nilai budaya,"ucap Dubes Fadjroel dalam rilisnya yang diterima RRI Rabu (27/8/2025).
Disusul dengan pemberian dukungan Body Protector Silat dan Buku Pencak Silat dari Kementerian Kebudayaan, Insan Abdirrohman kepada Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan sebagai dukungan kuat RI kepada perkembangan Pencak Silat di Kazakhstan.
Pada kesempatan yang sama, Tim Bestarmak Club dari Federasi Astana yang dipimpin oleh Zhannat Tuyakbaev juga menyerahkan cinderamata kepada tim pesilat Indonesia yang dipimpin Kang Cecep sebagai simbol persahabatan dan apresiasi atas kolaborasi budaya yang terjalin erat. Para peserta workshop menyampaikan kesan positif atas kegiatan tersebut.
Mereka merasa terinspirasi oleh energi dan dedikasi Kang Cecep, sekaligus berharap dapat terus berlatih serta mengembangkan pencak silat di Kazakhstan. Melalui workshop ini, Pencak Silat kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang mampu mempererat persahabatan antarbangsa, khususnya antara masyarakat Indonesia dan Kazakhstan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....