Indonesia-Kazakhstan Perkuat Kerja Sama Strategis Bidang Energi

  • 07 Agt 2025 10:16 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan, Dr. M. Fadjroel Rachman, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Energi Kazakhstan yang baru dilantik pada Maret 2025, Yerlan Akkenzhenov, di Astana. Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral di sektor energi antara Indonesia dan Kazakhstan.

Dalam pertemuan itu, Dubes Fadjroel didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bidang Percepatan Produksi, Investasi, dan Manajemen Risiko, M. Iksan Kiat.

Kedua pihak sepakat untuk segera merealisasikan potensi besar kerja sama energi yang telah lama dijajaki. Salah satu agenda utama dalam pembicaraan tersebut adalah percepatan finalisasi draft nota kesepahaman (MoU) kerja sama energi yang telah diajukan Indonesia dan saat ini tengah dikaji oleh kementerian serta lembaga terkait di Kazakhstan.

“MoU ini dirancang sebagai payung kerja sama strategis, bukan hanya antar pemerintah tetapi juga menjadi rujukan penting untuk kolaborasi antar pelaku usaha (B-to-B) di sektor energi,” ujar Dubes Fadjroel dalam siaran persnya kepada RRI Kamis (7/8/2025).

Penandatanganan MoU energi tersebut direncanakan berlangsung dalam kunjungan kenegaraan tingkat Kepala Negara, antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Kazakhstan. Dubes Fadjroel menegaskan bahwa kerja sama ini akan mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di bidang ketahanan energi nasional.

Baca juga: Kazakhstan Juara Umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2025

Beragam peluang kerja sama dibahas, mulai dari sektor hulu dan hilir minyak dan gas (migas), pengembangan energi terbarukan, hingga kolaborasi dalam riset dan penguatan kebijakan energi. Dubes RI juga menyampaikan perkembangan dialog penjajakan antara Pertamina dengan Kazmunaygas, perusahaan migas nasional Kazakhstan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM RI, Iksan Kiat, memaparkan peluang investasi di sektor hilirisasi migas di Indonesia. Ia menawarkan proyek pembangunan fasilitas storage dan kilang (refinery), serta skema investasi timbal balik di sektor hulu migas.

“Menteri Yerlan sangat antusias membangun kerja sama yang berkelanjutan. Beliau menyampaikan keinginannya untuk segera bertemu dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Astana, mengingat kesamaan visi keduanya yang sama-sama muda, progresif, dan enerjik,” ungkap Iksan.

Ia juga mengapresiasi dukungan aktif KBRI Astana dalam menjembatani kerja sama strategis tersebut. “Kami sangat terbantu dengan peran KBRI yang proaktif dan akomodatif. Karena itu, kami optimistis kerja sama energi ini dapat segera diwujudkan,” tambahnya.

Kazakhstan dikenal sebagai salah satu negara dengan ekonomi paling maju di kawasan Asia Tengah. Negara ini memiliki cadangan besar minyak dan mineral, termasuk tanah jarang (rare earth), dan memproduksi sekitar 1,8 juta barel minyak per hari, menjadikannya salah satu pemain penting dalam pasar energi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....