Kazakhstan Juara Umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2025

  • 06 Agt 2025 10:45 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kontingen pencak silat Tapak Suci asal Kazakhstan mencetak sejarah dengan meraih gelar juara umum dalam ajang World Championship Pencak Silat Tapak Suci 2025. Ajang itu digelar di Kota Malang, Indonesia, pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Dalam kejuaraan bergengsi yang diikuti ratusan pesilat dari berbagai negara, tim Kazakhstan tampil memukau dengan kekompakan dan teknik bertanding yang solid. Mereka sukses membawa pulang tiga medali emas dan satu perunggu, pencapaian yang menempatkan mereka di puncak klasemen perolehan medali.

Medali emas Kazakhstan diraih oleh:

Nurlybekov Aibek (kelas tanding dewasa putra F)

Yermekkali Arsen (kelas tanding dewasa putra E)

Ismurzina Aknur-Aiym (kelas tanding dewasa putri D)

Sementara Amanbay Aray menyumbang medali perunggu dari kelas tanding dewasa putri C. Keberhasilan Kazakhstan ini disambut antusias oleh para peserta dan penonton, sekaligus menunjukkan pesatnya perkembangan pencak silat di Asia Tengah, khususnya di Kazakhstan yang mulai diperhitungkan di kancah internasional.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, keberhasilan Kazakhstan mencerminkan keberhasilan diplomasi budaya Indonesia melalui seni bela diri warisan bangsa.

“Prestasi ini merupakan gambaran kemajuan diplomasi Indonesia, karena pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dapat diterima dengan sangat baik di Kazakhstan,” ujar Dubes Fadjroel, yang juga menjabat sebagai penasihat Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan dan Tajikistan.

Pelatih kepala tim Kazakhstan, Dr. M. Riski Adi Wijaya, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa hasil gemilang tersebut adalah buah dari latihan intensif, disiplin tinggi atlet, serta dukungan dari Federasi Pencak Silat Kazakhstan dan KBRI Astana.

“Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KBRI Astana atas dukungan dan peran aktifnya dalam pembinaan pencak silat di Kazakhstan,” kata pelatih yang merupakan pesilat Indonesia dan sempat tiga bulan melatih langsung di sana.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara KBRI dan federasi olahraga lokal telah mendorong pencak silat berkembang pesat di Kazakhstan, baik dari segi pelatihan, pembinaan, maupun prestasi internasional. “Diplomasi budaya Indonesia melalui pencak silat tidak hanya mempererat persahabatan antarbangsa, tetapi juga mengangkat citra positif bangsa di mata dunia,” tambahnya.

Manajer Tim Kazakhstan, Fauzi Umar Lazji, SE, menyatakan bahwa kejuaraan dunia ini bukan sekadar arena prestasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarnegara yang mengedepankan sportivitas, nilai-nilai budaya, dan semangat keislaman yang menjadi ciri khas Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU, memberikan apresiasi atas semangat bertanding dan kerja sama dari seluruh kontingen. Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat eksistensi Tapak Suci di pentas internasional.

“Ajang ini bukan hanya menjadi medan kompetisi, tetapi juga jembatan budaya antarbangsa dalam semangat bela diri,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....