Fiskal Tertekan, Diky Candra: Pemanfaatan Anggaran Harus untuk Hal Prioritas

  • 13 Sep 2026 19:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya -Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan, di tengah kondisi fiskal saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya memanfaatkan anggaran yang ada fokus terhadap hal prioritas. Selain itu, ada langkah lain yang juga terus dijalani, misalnya membentuk tim khusus yang bisa menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat maupun Provinsi.

“Jadi saya pikir mengeluh bukan solusi, kita tetap berupaya memanfaatkan yang ada untuk hal prioritas,” katanya, Minggu 13 September 2026.

Selain fokus pada hal prioritas, Diky juga meminta agar unsur pemerintah daerah menghindari program seremonial yang memakan biaya besar. “Saat ini, kegiatan seremonial bukan prioritas, apalagi memakan biaya besar,” ujarnya.

Meski demikian kata Diky, sebagian pihak masih ada yang menganggap hal itu tidak dilakukan. Misalnya saja saat ini, Pemkot Tasikmalaya tengah gencar melakukan sosialisasi berupa iklan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diproduksi berupa tayangan, dan melibatkan sejumlah talent dalam produksinya.

“Iya seperti iklan- iklan sosialisasi PBB. Bisa jadi orang- orang menganggap itu dari APBD, tapi itu non APBD. Bahkan harapannya dengan iklan ini masyarakat tergugah membayar PBB, dan akhirnya ada pendapatan untuk daerah,” katanya.

Selain itu kata Diky, sebelumnya saat pasar murah di Tamansari, itu pun tidak menggunakan APBD. Itu berkat komunikasi baik dengan anggota DPD dan DPR RI.

“Sama sekali tidak memberatkan APBD. Karena, biaya.pasar murah dari Bapanas, potongan harga juga dari pribadi anggota DPD dan DPR RI,” ucapnya.

“Begitupun pembuatan bahan sosialisasi yang melibatkan Sule, itu tidak bersumber dari APBD. Termasuk sosialisasi anti korupsi yang diikuti Inspektorat dan SMK serta lainnya,” katanya menambahkan.

Hal itu lanjut Diky, tentunya untuk masyarakat dan Kota Tasikmalaya.”mungkin tidak signifikan hasilnya, namun setidaknya kita ikhtiar untuk masyarakat di tengah kondisi keuangan daerah yang katanya sedang prihatin,” ujarnya.

Selain itu di bidang kesenian, Seniman Kota Tasikmalaya juga bisa berkegiatan bukan dari APBD. Berbagai kegiatan justru dibantu kementerian.

“Iya alhamdulillah, kami pemerintah kota sangat berterima kasih karena banyak warga kreatif mandiri di kota tasik. Bayangkan berapa biayanya kalau harus undang Komeng, Sule, Irfan Hakim, Azis Gagap, Mael Lee dan lainnya. Berat dan tidak mungkin dari uang rakyat,” ujarnya.

Kehadiran mereka lanjut Diky justru membawa dampak positif. Sedikit banyaknya memberi pengaruh, setidaknya keberadaan Kota Tasikmalaya di Nasional akan terinformasikan.

“Saya berharap, dengan upaya yang ada, di tengah keterbatasan, tetap dapat memberikan kontribusi, walaupun sedikit,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....